PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com - Abrasi di Desa Keraya, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), mengancam sarana infrastruktur jalan permukiman warga. Abrasi terjadi akibat tingginya gelombang laut yang menerjang daratan.
Sedikit demi sedikit tanah jalan poros desa tergerus dan menimbulkan cekungan yang membahayakan pengguna jalan.
Pesisir Desa Keraya merupakan salah satu desa yang mempunyai potensi wisata pantai yang indah dan menjadi tujuan wisata favorit masyarakat Kabupaten Kotawaringin Barat.
Salah seorang pengunjung Pantai Keraya Busu Kuri menyampaikan, abrasi di jalan poros Desa Keraya sudah mengkhawatirkan. Sejatinya jalan poros yang bisa dilalui dengan mobil untuk dua arah, namun saat ini hanya bisa dilalui satu kendaraan.
"Harus bergantian ketika berpapasan dengan mobil dari arah berlawanan, karena cekungan akibat abrasi yang membentuk lubang tersebut memakan banyak badan jalan," ungkapnya, Senin (18/11).
Bangunan pemecah ombak yang dibangun dari arah Sebuai Timur belum sampai ke Desa Keraya. Di bagian pantai yang belum dibangun pemecah ombak tersebut yang terjadi abrasi.
"Di Desa Keraya belum terbangun pemecahan ombak, saya lihat hanya dibuat geotekstil yang diisi tanah, sepertinya kurang efektif," bebernya.
Warga Keraya Agus menambahkan, ancaman banjir rob yang menjadi penyebab tergerusnya jalan Desa Keraya sudah berlangsung lama. Upaya pemerintah kabupaten untuk mengurangi dampak abrasi sudah dilakukan, namun belum maksimal. Satu-satunya cara untuk mengurangi dampak abrasi adalah dengan membangun pemecah ombak di sepanjang pantai Desa Keraya.
"Bangun pemecah ombak dengan anggaran pusat, atau dengan anggaran daerah, karena hingga saat ini gelombang masih menjadi ancaman di Desa Keraya," pungkasnya. (tyo/yit)
Editor : Slamet Harmoko