Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Renovasi Alun-Alun Istana Kuning Pangkalan Bun Akibatkan Omset Pedagang Kuliner Anjlok

Koko Sulistyo • Senin, 14 Oktober 2024 | 10:46 WIB
Suasana pusat kuliner Istana Kuning setelah pindah tempat nampak sepi dari pembeli
Suasana pusat kuliner Istana Kuning setelah pindah tempat nampak sepi dari pembeli

PANGKALAN BUN - Sejak dipindah dari Alun-Alun Istana Kuning Pangkalan Bun, pendapatan para pedagang kuliner merosot tajam.  Pemindahan tersebut disebabkan adanya perbaikan fasilitas di Alun-Alun Istana Kuning. Saat ini puluhan pedagang tersebut pindah di luar pagar alun -alun.

Tidak representatifnya lokasi yang menjadi tempat berdagang diduga menjadi faktor menurunnya pendapatan para pedagang. Dibandingkan tempat semula, penurunan omset mencapai 80 persen.

Bahkan ada pedagang yang selama empat hari berturut-turut tidak mendapatkan satu pun pembeli. Sementara pedagang lainnya hanya satu dua pembeli yang berbelanja.

"Sangat memprihatikan kami mencoba bertahan agar pusat kuliner ini tetap eksis, namun dengan kondisi ini kami menjadi pesimis, sementara cicilan bank kami terus berjalan," keluh Ati salah satu pelaku UMKM Istana Kuning.

Para pedagang juga menyoroti minimnya fasilitas di lokasi baru yang diduga menjadi penyebab utama sepinya pengunjung.

Tidak ada cukup tempat duduk untuk pengunjung yang ingin bersantai sambil menikmati hidangan, sehingga banyak yang lebih memilih tempat lain.

Selain itu, karena lokasi baru ini masih relatif belum dikenal, banyak masyarakat yang mungkin belum tahu tentang pemindahan ini.

"Jumlah pengunjung di tempat baru ini sangat sedikit dibandingkan dengan saat kami masih berjualan di alun-alun lama. Orang-orang biasanya datang ke sini bukan hanya untuk mencari makanan, tapi juga untuk bersantai di tempat yang nyaman. Sekarang, fasilitas duduk sangat terbatas, membuat pengunjung kurang tertarik," jelas Ati.

Para pedagang berharap ada solusi cepat dari pemerintah agar kondisi ini dapat segera membaik.

Mereka menyarankan agar pemerintah mempertimbangkan penambahan fasilitas di lokasi sementara, atau setidaknya memberikan promosi agar masyarakat lebih mengetahui keberadaan mereka di lokasi baru.

"Jika tidak ada perubahan, lama-kelamaan modal kami akan habis dan kami tidak bisa bertahan. Kami berharap ada solusi cepat dari pemerintah, entah itu promosi atau penambahan fasilitas," lanjut Ati.

Dalam masa sulit ini, para pedagang terus berusaha untuk bertahan meskipun omset yang mereka peroleh jauh dari harapan. Mereka hanya berharap renovasi Alun-Alun Istana Kuning segera selesai, sehingga mereka bisa kembali ke lokasi lama yang lebih strategis dan menguntungkan. (tyo/yit)

 

 

Editor : Heru Prayitno