PANGKALAN BUN - Wakil Ketua II DPRD Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Bambang Suherman, mendorong para petani di Kobar ikut serta dalam program BPJS kesehatan dan Ketenagakerjaan. Hal ini sebagai upaya memberikan perlindungan sosial kepada masyarakat.
"Kalau suatu saat bapak mengalami kecelakaan seperti kena cangkul atau lagi ngarit, semua biaya pengobatan ditanggung pemerintah," kata Bambang saat bertemu dengan puluhan petani di Desa Melawen, Kecamatan Pangkalan Lada, Kamis (8/2/2024).
Lebih lanjut dijelaskan, saat ini Pemkab Kobar telah mengalokasikan kepesertaan BPJS Kesehatan sebanyak 70.000 orang yang diperuntukkan bagi masyarakat menengah ke bawah. Semua pembiayaan ditanggung melalui APBD kabupaten setempat.
Di samping itu, Bambang Suherman juga mengimbau petani sektor Palawija ini juga terdaftar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Dengan begitu, petani bakal memiliki asuransi kecelakaan kerja maupun asuransi kematian untuk ahli warisnya.
"Saya memperjuangkan program BPJS Ketengakerjaan khusus petani sepenuhnya gratis, karena untuk per orangnya hanya dikenai iuran sebesar Rp16.800 dan bisa dimasukan ke anggaran pokok pikiran," tutur Bambang yg juga menjabat sebagai Ketua DPC HKTI Kobar.
Bambang menambahkan, sudah menjadi kewajiban pemerintah daerah untuk mensosialisasikan program ini kepada masyarakat, guna membantu mereka mendapatkan akses jaminan sosial apabila terjadi hal yang tidak diinginkan.
"Program ini harus diketahui masyarakat karena manfaatnya begitu besar. Kita sudah berkoordinasi dengan Kantor wilayah BPJS Pangkalan Bun untuk sama-sama mengawal program ini," pungkasnya.
Di tempat yang sama, Petani Holtikultura Desa Melawen, Samsul Hadi tertarik dengan program ini. Dia mengaku baru mengetahui bahwa ada program BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan gratis dari Pemda.
"Kalo semuanya gratis, otomatis saya sangat senang sekali apalagi suatu saat saya meninggal dijamin asuransi untuk ahli waris. Saya mau ikut karena semua dibiayai pemerintah," imbuh Samsul. (sam/sla)
Editor : Slamet Harmoko