Bocornya Elpiji Jadi Biang Kebakaran
Slamet Harmoko • Kamis, 17 Juni 2021 | 10:05 WIB
PANGKALAN BUN - Sejak Januari 2021 tercatat ada sebanyak 20 peristiwa J65 atau kebakaran di Kota Pangkalan Bun. Rata-rata kejadian yang nyaris membakar rumah warga itu diakibatkan oleh tabung gas elpiji tiga kilogram. Sebagian besar pemicunya adalah bocornya selang di bagian regulator.
Peristiwa demi peristiwa yang terjadi lantaran masyarakat banyak yang mengabaikan edukasi dan imbauan dari Damkar Kobar, agar senantiasa melakukan pemeriksaan terhadap selang regulator secara berkala.
Dari sejumlah kejadian diketahui, bahwa terjadi kebocoran pada selang elpiji sehingga menyebabkan gas keluar dan menyambar api dari kompor. Seperti peristiwa yang nyaris menghanguskan barakan di Jalan Abdul Kadir, RT 16, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, Selasa (15/6) pukul 22.00 WIB.
Peristiwa tersebut bermula ketika Ahmad sedang sedang menggoreng keripik ubi di rumah barakan yang dikontraknya. Rencananya keripik ubi tersebut akan dijual keesokan harinya. Tiba-tiba saat sedang menggoreng keripik api menyambar keluar dari Regulator tabung gas, karena kaget dan panik ia sempat berupaya mematikan api tersebut dengan cara menyiram air. “Namun api malah membesar. Kemudian ditutup lagi dengan kain basah. Namun api masih menyambar dari tabung gas, karena gas masih terisi penuh,” kata Kabid Damkar, Satpol PP Damkar Kobar, Agus Dwi Suhartono, Rabu (16/6).
Karena api yang menyembur dari selang bocor tidak berhasil dipadamkan, Ahmad panik dan berlari keluar rumah untuk meminta pertolongan warga sekitar barakannya. Mendengar teriakan Ahmad, bukan hanya penghuni barakan yang berdatangan tetapi juga warga sekitar yang mencoba membantu memadamkan dan melaporkan Mako Damkar Kobar.
Setelah menerima laporan, satu unit mobil Damkar diterjunkan dengan personel Damkar dan setiba di lokasi petugas langsung melakukan pemeriksaan dan penanganan pemadaman. “Saat petugas tiba di lokasi kejadian, api masih menyembur dari tabung gas, sekitar 20 menit petugas Damkar berhasil menangani api tersebut,” ungkapnya.
Akibat peristiwa tersebut sejumlah perabotan dapur yang mudah terbakar rusak akibat sambaran api, selain itu dinding yang terbuat dari beton gosong. Mengingat bahwa beberapa kasus kebakaran terjadi lantaran selang regulator bocor, maka ia mengimbau agar selang regulator tersebut setahun sekali harus diganti, serta dilakukan pemeriksaan secara berkala.
“Kita temukan dalam beberapa kasus selang regulator bengkok dan patah, selang dan regulator itu aturannya setahun sekali memang harus di ganti baru, tetap terkadang warga salah memposisikan selangnya. Usahakan selang jangan sampai bengkok atau patah, hal itu bisa menyebabkan selang bocor,” pungkasnya. (tyo/sla) Editor : Slamet Harmoko