PALANGKA RAYA, radarsampit.jawapos.com – Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya kembali menorehkan prestasi membanggakan. Dua siswa dan dua guru pendamping dari Palangka Raya dan Seruyan dikirim sebagai bagian dari Kontingen Kalimantan Tengah pada Program Bina Talenta Indonesia (BTI) 2025.
Salah satu peserta, Annisa Fitri Azizah dari SMPN 2 Palangka Raya, berhasil meraih dua gelar juara, masing-masing pada kategori roket terjauh dan science project.
BTI Tahap II Tahun 2025 digelar secara luring di Universitas Padjadjaran, Bandung, pada 9–16 November 2025.
Program ini merupakan kolaborasi antara Pusat Prestasi Nasional Kemendikdasmen dan perguruan tinggi mitra untuk memperkuat ekosistem pembinaan talenta di tingkat SMP dan SMA. Sebanyak 875 peserta dari berbagai daerah hadir, termasuk dari wilayah yang berjarak ribuan kilometer seperti Manokwari, Tual, dan Wakatobi.
Kegiatan BTI Tahap II memadukan penguatan konsep STEM, pembelajaran berbasis proyek, pemanfaatan teknologi digital, penggunaan perangkat ilmiah, serta praktik microteaching yang berfokus pada pemecahan masalah nyata.
Seluruh rangkaian diarahkan untuk mencetak generasi muda yang berdaya saing global dan berkarakter kebangsaan.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Jayani, menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih Annisa. Menurutnya, capaian tersebut membuktikan bahwa pelajar Palangka Raya mampu bersaing di level nasional dan memiliki kualitas yang tidak kalah dari daerah maju lainnya.
“Anak-anak Kota Palangka Raya memiliki semangat juang dan kedisiplinan luar biasa. Prestasi ini menjadi bukti bahwa mereka mampu bersaing di kancah nasional,” ujarnya, Senin (17/11).
Jayani menegaskan, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras siswa, guru, serta dukungan orang tua. Kolaborasi berkelanjutan dari seluruh pihak dinilai menjadi fondasi utama lahirnya talenta-talenta unggul di sekolah.
Ia menambahkan, Dinas Pendidikan akan terus memperkuat pembinaan minat dan bakat. Pembinaan tidak hanya diarahkan pada keikutsertaan lomba, tetapi juga pada pembentukan karakter, kedisiplinan, dan konsistensi berlatih.
“Kami ingin setiap sekolah menjadi ruang yang melahirkan siswa berprestasi. Dukungan dan pembinaan berkelanjutan penting agar anak-anak terus mampu menorehkan prestasi, baik akademik maupun nonakademik,” pungkasnya. (daq/yit)
Editor : Heru Prayitno