Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Densus 88 dan Disdik Palangka Raya Dorong Transformasi Pembelajaran Digital dan Cegah Radikalisme

Dodi Abdul Qadir • Jumat, 14 November 2025 | 07:26 WIB
Pendampingan pembelajaran mendalam koding dan artificial intelligence (AI) jenjang SMP di SMP Negeri 3 Palangka Raya pada Selasa (11/11)
Pendampingan pembelajaran mendalam koding dan artificial intelligence (AI) jenjang SMP di SMP Negeri 3 Palangka Raya pada Selasa (11/11)

PALANGKA RAYA, radarsampit.jawapos.com – Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror bersama Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palangka Raya menunjukkan komitmen kuat dalam mempercepat transformasi pembelajaran digital di satuan pendidikan.

Dalam kegiatan tersebut, Densus 88 juga memberikan materi tentang bahaya radikalisme dan peran pelajar dalam menjaga kebinekaan.

Kegiatan bertajuk Pendampingan Pembelajaran Mendalam Koding dan Artificial Intelligence (AI) Jenjang SMP ini digelar di SMP Negeri 3 Palangka Raya pada Selasa (11/11). Pesertanya terdiri atas para wakil kepala sekolah bidang kurikulum dari seluruh SMP di Kota Palangka Raya.

Acara dibuka oleh Sekretaris Disdik Kota Palangka Raya Aprae Vico Ranan, yang menyampaikan arah kebijakan pemerintah daerah dalam mendukung digitalisasi pendidikan. Hadir pula Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya Jayani, serta perwakilan Satgas Wilayah Kalimantan Tengah Densus 88 Antiteror Ipda Ganjar Satriyono. 

Dalam paparannya, Ipda Ganjar Satriyono menjelaskan bahwa penyebaran paham radikalisme kerap menargetkan kalangan muda melalui media sosial, komunitas tertutup, dan isu-isu yang dikaitkan dengan agama maupun keadilan sosial.

“Pelajar harus memiliki daya tangkal dan pemahaman kritis agar tidak mudah terpengaruh. Kerja sama dengan Densus 88 ini menjadi momentum penting untuk memperluas edukasi bagi guru dan siswa tentang bahaya radikalisme serta pentingnya berinternet secara sehat,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa peran orang tua tetap menjadi faktor utama dalam mencegah paparan radikalisme digital di kalangan remaja.

“Paham intoleransi, radikalisme, dan terorisme merupakan ancaman serius bagi stabilitas negara. Karena itu, kami terus mengedepankan langkah-langkah pencegahan melalui kegiatan edukatif seperti ini,” tambahnya.

Sementara itu, Aprae Vico Ranan menjelaskan bahwa sebelum memasuki sesi materi inti, para peserta mengikuti sejumlah indoor games yang difasilitasi oleh Tali Jiwa Outdoor Management. Permainan tersebut bertujuan meningkatkan kerja sama tim, komunikasi, dan semangat kebinekaan.

Beberapa games yang dimainkan antara lain Komunikasi Terbatas—yang melatih strategi kolaborasi menggunakan kode sederhana—dan Bridge of Trust, permainan membangun struktur sederhana yang menuntut koordinasi, kepercayaan, serta pengambilan keputusan berbasis konsensus.

“Melalui permainan ini, peserta belajar pentingnya koordinasi, kolaborasi, dan penguatan nilai kebersamaan serta toleransi di lingkungan pendidikan,” tutur Aprae.

Ia menambahkan, kegiatan pendampingan juga mencakup pelatihan pengoperasian perangkat digital, administrasi bantuan dan aset, serta panduan teknis penggunaan dan perawatan sarana pembelajaran digital.

Peserta turut dibekali dengan pemanfaatan platform Ruang Murid, integrasi akun belajar.id, serta eksplorasi tools koding dan AI untuk mendukung pembelajaran kreatif.

Sebagai tindak lanjut, peserta menyusun rencana microteaching dan memilih guru model yang akan menjadi contoh penerapan pembelajaran digital di sekolah masing-masing.

Pada sesi akhir, peserta melakukan praktik microteaching menggunakan papan interaktif digital, Learning Management System (LMS), dan aplikasi pembelajaran lainnya.

“Kami berharap kegiatan ini dapat mempercepat transformasi digital di satuan pendidikan sekaligus membentuk karakter pelajar yang cerdas, kreatif, dan berintegritas tinggi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Palangka Raya,” pungkas Aprae. (daq/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
#radikalisme #densus 88 #Disdik Palangka Raya