PALANGKA RAYA, radarsampit.jawapos.com - Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) memprediksi ekonomi Kalteng ke depan terus terjaga, stabil dan cenderung meningkat.
BI mencatat bahkan gerakan ekonomi sisa waktu tahun 2025 ini terus bertumbuh secara tren positif.
Tidak hanya itu disisi pembayaran digital, BI juga meyakini penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) terus naik di seluruh wilayah Kalteng.
Tercatat sejak Januari-September 2025, transaksi penggunaan Qris mencapai 19 juta lebih transaksi mencapai nilai Rp 2,53 triliun atau jika kalkulasikan Rp 100 juta lebih perbulan. Paling banyak di Palangka Raya, Sampit dan Pangkalan Bun.
Sedangkan untuk uang tunai, BI mencatat uang kartal beredar sudah mencapai Rp 2,59 triliun. BI optimis hal itu akan terus meningkat, seiring dengan infrastruktur yang stabil dan struktur industri yang sehat.
“Saya sampaikan di Kalteng ekonomi terus bergerak baik, trennya positif. Kalteng optimis banget dari sisi pembayaran transaksi digital sangat tinggi sekali, Januari hingga September hingga capai Rp 2,5 triliun lebih dengan jumlah transaksi 19 juta. Edaran uang kartal Rp 2,59 triliun,” ungkap Kepala Perwakilan BI Kalteng, Yuliansyah Andrias dalam acara Bincang Sore: Ngobrol Bareng Bank Indonesia dengan Media Kalteng di Executive Lounge BI Kalteng, Selasa (11/11/2025).
Yuliansyah menyampaikan, tren positif ekonomi Kalteng juga ditumpu pada pelaksanaan MBG, sebab ia menilai hal itu bisa menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi.
”Saya sampaikan MBG bisa jadi lokomotif ekonomi.Meskipun belum optimal, tetapi BI memandang MBG jadi pemicu pertumbuhan ekonomi,” bebernya.
Ia menyampaikan optimisme bahwa tren pertumbuhan tersebut akan terus berlanjut seiring dengan kebijakan fiskal dan moneter yang tetap pro-growth.
“Ke depan, pertumbuhan ekonomi Indonesia diyakini tetap positif, ditopang kebijakan pemerintah dan BI yang mendorong akselerasi ekonomi nasional,” tuturnya.
Ia menmabhkan, bagian dari kebijakan moneter yang konsisten menjaga keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan, Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) di level 4,75 persen.
Langkah tersebut dinilai sejalan dengan upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengendalikan inflasi dalam sasaran 2,5±1 persen, serta mendukung momentum pemulihan ekonomi yang berkelanjutan.
Ia menekankan, penguatan ekonomi nasional turut ditopang oleh belanja pemerintah yang memberikan dorongan pada permintaan domestik.
Untuk wilayah Kalteng sendiri, pertumbuhan ekonomi didorong terutama oleh sektor industri pengolahan dan pertambangan.
“BI Kalteng tetap optimistis terhadap prospfek ekonomi ke depan baik,” tandasnya. (daq/fm)