Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Jumlah Ayam Berkurang, Ternyata Ular Piton Biang Keladinya

Dodi Abdul Qadir • Jumat, 26 September 2025 | 10:48 WIB
Tim Rescue Damkar Kota Palangka Raya saat melakukan penanganan ular piton sepanjang empat meter yang masuk dalam kandang.
Tim Rescue Damkar Kota Palangka Raya saat melakukan penanganan ular piton sepanjang empat meter yang masuk dalam kandang.

PALANGKA RAYA, radarsampit.jawapos.com – Seekor ular piton sepanjang 4 meter menggegerkan warga Jalan Piranha XVI A, Palangka Raya, setelah ditemukan masuk ke dalam kandang ayam milik salah seorang warga, Kamis (25/9) pagi.

Ular dengan diameter sekitar empat inci itu pertama kali ditemukan oleh pemilik kandang saat hendak membersihkan area ternak. Ia curiga karena jumlah ayam berkurang, dan setelah disenter ke sudut kandang, terlihat seekor ular besar tengah melingkar.

Koordinator Tim Rescue Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Palangka Raya, Sucipto, membenarkan pihaknya menerima laporan warga terkait keberadaan ular tersebut.

“Benar, kami menerima laporan adanya ular piton besar di kandang ayam milik warga. Kami langsung bergerak cepat ke lokasi,” ujar Sucipto kepada wartawan. 

Tim Rescue Regu 2 yang tengah bertugas langsung menuju lokasi dengan membawa peralatan lengkap, termasuk alat evakuasi dan pakaian pelindung diri (APD). Setibanya di tempat kejadian, tim disambut warga dan diarahkan langsung ke posisi ular.

“Ular berada di sudut kandang dalam posisi melingkar. Setelah kami senter, evakuasi langsung dilakukan secara hati-hati dan ular dimasukkan ke dalam karung,” jelas Sucipto.

Setelah berhasil ditangkap, ular tersebut kemudian dibawa menjauh dari kawasan pemukiman dan dilepasliarkan kembali ke habitat aslinya.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, pihak Damkar mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama saat musim hujan yang sering memicu kemunculan satwa liar dari habitatnya.

“Kami minta warga segera melapor jika menemukan hewan berbahaya di lingkungan mereka. Tim kami siap siaga 24 jam,” pungkas Sucipto. (daq/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
#palangka rarya #ular