Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Disdik Palangka Raya Dorong Sekolah Menyusun Program Literasi yang Delevan dengan Kebutuhan Pelajar

Dodi Abdul Qadir • Jumat, 12 September 2025 | 10:34 WIB

 

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya Aprae Vico Ranan
Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya Aprae Vico Ranan

PALANGKA RAYA – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palangka Raya terus berupaya meningkatkan budaya literasi di lingkungan sekolah sebagai bagian dari peningkatan mutu pendidikan. Salah satunya dengan mendorong peserta didik untuk membiasakan diri membaca buku, baik buku pelajaran maupun bacaan umum.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Aprae Vico Ranan, mewakili Kepala Disdik Jayani, menyatakan bahwa pihaknya secara aktif mendorong satuan pendidikan untuk memperkuat layanan literasi.

“Membaca buku dapat memperluas wawasan dan memperkaya ilmu pengetahuan di berbagai bidang. Karena itu, kami mengimbau seluruh peserta didik untuk membiasakan diri membaca secara rutin,” ujar Aprae, Selasa (10/9).

Aprae menambahkan, budaya membaca perlu ditanamkan secara konsisten di sekolah, dengan dukungan dari semua pihak, termasuk guru dan pengelola perpustakaan.

“Salah satu langkah konkret adalah memperkuat fasilitas perpustakaan dan menyelenggarakan kegiatan literasi yang menarik serta berkelanjutan,” jelasnya. 

Menurutnya, perpustakaan sekolah harus menjadi sarana penting dalam menunjang proses pembelajaran bermutu dan merata. Ia juga menekankan bahwa keberadaan perpustakaan harus dimanfaatkan secara maksimal oleh warga sekolah.

“Sekolah sudah menyediakan fasilitas, tinggal bagaimana kita mengoptimalkan penggunaannya. Jika siswa gemar membaca, maka pola pikir, kemampuan komunikasi, dan kualitas belajar mereka juga akan meningkat,” tegasnya.

Disdik Kota Palangka Raya juga mendorong guru untuk menjadi teladan dalam membudayakan literasi, antara lain dengan membaca di sela kegiatan belajar mengajar dan membimbing siswa dalam mengakses sumber bacaan yang bermanfaat.

Lebih lanjut, Aprae menjelaskan bahwa literasi tidak hanya terbatas pada kemampuan membaca, tetapi juga mencakup pemahaman, berpikir kritis, serta kemampuan mengakses dan mengelola informasi secara efektif.

“Kami berharap sekolah-sekolah dapat terus berinovasi menyusun program literasi yang kontekstual dan relevan dengan kebutuhan peserta didik,” ucapnya.

Disdik juga berkomitmen melakukan pemantauan dan pendampingan terhadap pelaksanaan program literasi di seluruh sekolah.

“Kami ingin memastikan bahwa implementasi program literasi benar-benar berjalan optimal dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan,” pungkas Aprae. (daq/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
#budaya literasi #Disdik Palangka Raya