Kegiatan ini diikuti sebanyak 30 pelaku usaha industri kecil menengah (IKM) sektor pangan di Kabupaten Seruyan. Bimtek digelar selama tiga hari dari tanggal 22 sampai dengan 24 Juni 2022.
“Kabupaten Seruyan yang terletak di garis pantai memiliki potensi hasil laut yang besar dengan komoditi unggulan adalah ikan tenggiri dan ikan pipih. Berlimpahnya hasil laut ini, selain untuk dikonsumsi langsung, juga dapat diolah menjadi produk-produk pangan seperti kerupuk, amplang, abon, aneka Frozen Food yang berbahan dasar ikan dan lain-lain,” tutur Aster.
Ia mengungkapkan, ketersediaan bahan baku yang berlimpah dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha untuk menjalankan usahanya dengan mengolah ikan-ikan tersebut menjadi produk olahan pangan yang enak dan bergizi. Pengolahan produk yang baik dengan menjaga kualitas rasa, renyah, bersih, dan kemasan yang menarik, dapat menarik minat calon kostumer untuk membelinya.
“Kementerian Perindustrian bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui dana dekonsentrasi pada Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Kalimantan Tengah memiliki program pengembangan industri kecil menengah, dengan melihat potensi produk unggulan yang dapat dikembangkan di daerah kabupaten/kota se- Kalimantan Tengah,” imbuhnya.
Bimtek ini dapat menambah pengetahuan dan keterampilan pelaku usaha pangan tentang mengolah produk dari ikan dengan baik, bersih, enak, renyah, bergizi, dengan kemasan yang bagus sehingga mempunyai daya saing jual yang tinggi.(ewa/yit) Editor : Administrator