PALANGKA RAYA, radarsampit.jawapos.com – Setelah hampir dua bulan menanti, langit Kota Palangka Raya akhirnya menumpahkan hujan lebat, Selasa (8/9/2026). Hujan yang mengguyur lebih dari 20 menit itu disambut suka cita masyarakat.
Tak sekadar membasahi jalan dan permukiman, hujan juga menjadi asa baru agar kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah segera mereda.
Hujan mulai mengguyur sejumlah wilayah Palangka Raya dengan intensitas cukup lebat. Warga yang selama ini menantikan turunnya hujan pun menyambutnya dengan penuh syukur.
Bagi masyarakat, guyuran hujan kali ini terasa istimewa. Sebab, dalam hampir dua bulan terakhir, hujan lebat relatif jarang mengguyur Kota Palangka Raya.
Memang sempat terjadi hujan sebelumnya, namun intensitas dan durasinya tidak seperti yang terjadi Selasa sore.
Salah seorang warga, Atin, mengaku sangat merindukan hujan lebat.
Menurut dia, turunnya hujan kali ini menjadi sesuatu yang patut disyukuri, terlebih kondisi cuaca yang sebelumnya cukup panas dan kering.
“Ini kerinduan luar biasa. Sudah lebih dua bulan hujan lebat tidak mengguyur Kota Palangka Raya. Sebelumnya memang ada hujan, tetapi tidak sebanyak saat ini. Alhamdulillah, Tuhan,” ungkap Atin.
Ia menambahkan, Hujan tersebut juga diharapkan mampu membantu mengurangi potensi kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah wilayah Kalteng.
Guyuran air dari langit setidaknya dapat membasahi lahan yang kering sehingga diharapkan menekan potensi muncul maupun meluasnya titik api.
“Masyarakat berharap hujan tidak hanya turun sekali. Mereka menginginkan hujan berlanjut dalam beberapa hari ke depan agar kondisi tanah kembali lembap dan ancaman karhutla bisa semakin ditekan,”tandasnya.(daq)
Editor : Slamet Harmoko