PJJ Palangka Raya Diperpanjang! Disdik Prioritaskan Keselamatan Peserta Didik

Dodi Abdul Qadir • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 20:21 WIB

 

Aprae Vico Ranan
Sekretaris Disdik Kota Palangka Raya
Aprae Vico Ranan Sekretaris Disdik Kota Palangka Raya

 

PALANGKA RAYA, Radarsampit.jawapos.com – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih mengancam aktivitas pendidikan di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng).

Dinas Pendidikan (Disdik) Palangka Raya akhirnya memperpanjang penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring mulai Jumat (4/9/2026).

Kebijakan tersebut diambil setelah Disdik mengevaluasi pelaksanaan PJJ selama tiga hari terakhir. Kondisi kualitas udara menjadi salah satu pertimbangan utama.

Baca Juga: YBM PLN Dampingi UMKM Gula Aren Tingkatkan Kualitas Produk

Pada 1–3 September 2026, kualitas udara di Palangka Raya masih berada dalam kategori sangat tidak sehat dengan nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di atas 200.

Sekretaris Disdik Kota Palangka Raya Aprae Vico Ranan mengatakan, perpanjangan PJJ merupakan langkah antisipasi untuk melindungi peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan dari paparan udara tidak sehat.

“Langkah ini diperlukan guna memprioritaskan keselamatan dan kesehatan peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan,” kata Vico, Kamis (3/9/2026).

Baca Juga: 60 Personel Dikerahkan, Titik Api Karhutla Parenggean Mulai Berkurang

PJJ diberlakukan mulai 4 September 2026 dan akan dievaluasi setiap tiga hari. Evaluasi dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan kualitas udara serta kondisi karhutla di wilayah Palangka Raya.

Untuk teknis pelaksanaannya, sekolah tetap mengacu pada Surat Edaran Disdik Kota Palangka Raya Nomor 00.3.4.4/3824/Disdik.Umpeg/VIII/2026 tertanggal 31 Agustus 2026 tentang Pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Surat edaran tersebut mengatur sejumlah ketentuan, mulai waktu dan durasi pembelajaran berdasarkan jenjang pendidikan hingga mekanisme pembelajaran bagi guru yang sedang kurang sehat. Orang tua atau wali murid juga diminta mendampingi anak selama mengikuti pembelajaran dari rumah.

Baca Juga: Kebakaran di Desa Babaung, Dua Rumah Ludes, Satu Warga Luka Ringan

Di tengah kondisi darurat akibat kabut asap, materi pembelajaran juga disederhanakan. Sekolah diarahkan memprioritaskan literasi, numerasi, pembentukan karakter, serta penguatan tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.

Disdik memastikan proses belajar tetap berjalan meski siswa belajar dari rumah. Seluruh satuan pendidikan juga diminta melakukan pelaporan secara berkala melalui tautan yang telah disiapkan. Laporan harus diisi berdasarkan kondisi sebenarnya di masing-masing sekolah.

Sementara itu, masyarakat diminta tidak mengabaikan kondisi kesehatan selama kualitas udara masih buruk. Peserta didik dianjurkan menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah, memperbanyak konsumsi air putih, serta menjaga asupan makanan bergizi.

Baca Juga: Harga Material Bangunan di Kobar Mulai Naik, Kadin Minta Pemerintah Turun Tangan

Disdik juga mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah hingga kualitas udara membaik.

“Keselamatan dan kesehatan adalah prioritas kita,” tegas Vico. (soc/daq/fm)

 

Editor : Farid Mahliyannor
PJJ dinas pendidikan sekolah PALANGKA RAYA karhutla