Ia menyebutkan, saat musim kering sekarang ini perlu diantisipasi berbagai berpotensi yang menjadi persoalan di sektor ketahanan pangan, baik pasokan air maupun ancaman kebakaran hutan dan lahan.
"Kita tahu sendiri kalau ketersediaan air menjadi faktor penting di pertanian. Kalau sumber air untuk lahan pertanian berkurang, ini bisa menganggu penurunan produktivitas," katanya, Kamis (3/9).
Terkait hal tersebut lanjut Khemal, pemerintah perlu memetakan wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan serta memastikan ketersediaan sumber air, khususnya bagi kawasan yang menjadi sentra pertanian.
Baca Juga: Dewan Dukung Anggaran Penanganan Karhutla di Palangka Raya Ditambah
Politikus Partai Golkar ini menegaskan, upaya menjaga ketahanan pangan ini harus berjalan beriringan selama musim kemarau. Semua lini harus diperhatikan, mulai dari edukasi masyarakat hingga kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran.
"Ini jugakan kaitannya dengan aktivitas perekonomian daerah, di tengah musim kemarau ini pertanian di Palangka Raya harus tetap prodiktif," ucapnya.
Karena itu perangkat daerah terkait untuk melakukan koordinasi dan memperkuat langkah konkret, termasuk dukungan terhadap petani yang menghadapi keterbatasan air.
"Ketahanan pangan ini tidak hanya bercocok tanam, tetapi bagaimana soal produktivitas dan antisipasi dampak bencana juga diperhatikan," pungkas Khemal Nasery. (sho/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama