PALANGKA RAYA,radarsampit.jawapos.com-Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya Khemal Nasery, menilai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax berpotensi memberikan dampak luas.
Ia menyebutkan, sekalipun BBM jenis ini bukan subsidi, namun kenaikan harganya bisa saja memicu pengaruh perekonomian masyarakat, mulai dari meningkatnya inflasi hingga terganggunya daya beli warga.
"Karenakan selisih harga yang cukup jauh, kemungkinan bisa memicu lonjakan permintaan terhadap BBM bersubsidi sehingga dapat menyebabkan antrean panjang," katanya, kemarin.
Tentunya kondisi tersebut, juga diperkirakan akan berpengaruh terhadap distribusi kebutuhan pokok di Kota Palangka Raya yang sebagian besar pasokannya berasal dari luar daerah.
Baca Juga: DPRD Palangka Raya Optimalkan Sosialisasi Perda untuk Dukung Peningkatan PAD
Politikus Partai Golkar ini menambahkan, sekitar 90 persen kebutuhan pokok masyarakat Kota Palangka Raya masih didatangkan dari luar daerah sehingga kenaikan biaya transportasi berpotensi mendorong naiknya harga berbagai komoditas.
"Ya, kita mengimbau masyarakat untuk menahan diri dan menjaga agar kondisi tetap aman serta kondusif. Memang situasinya berat, tetapi harus kita hadapi bersama-sama," ucapnya.
Di satu sisi, Khemal mengatakan pihaknya masih menunggu langkah konkret dari Pemerintah Kota Palangka Raya dalam menyikapi dampak kenaikan harga BBM terhadap masyarakat dan perekonomian daerah.
"Pastinya kebijakan yang tepat diperlukan untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus melindungi daya beli masyarakat di tengah meningkatnya biaya hidup," pungkasnya. (sho/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama