PALANGKA RAYA, radarsampit.jawapos.com - Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan terus menjadi salah satu fokus utama pemerintah guna mempercepat pertumbuhan ekonomi dan membuka keterisolasian wilayah.
Di usia ke-69 tahun, pembangunan konektivitas daerah menunjukkan progres signifikan. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat pembangunan jalan provinsi, jembatan strategis, hingga akses penghubung antardaerah dan antarprovinsi.
"Strategi pemerintah jelas sekali, pembangunan kita mulai dari desa menuju kota. Tujuannya tentu saja agar kegiatan pembangunan bisa dirasakan secara merata oleh masyarakat," ucapnya.
Berdasarkan data, hingga 2025 tingkat kemantapan jalan provinsi mencapai 87,33 persen. Sementara total panjang jalan di seluruh wilayah Kalteng mencapai 17.931,4 kilometer.
Dari jumlah tersebut, jalan nasional sepanjang 2.094,29 kilometer dengan kondisi mantap mencapai 82,30 persen, jalan provinsi sepanjang 1.275,60 kilometer dengan kondisi mantap mencapai 87,33 persen, kemudian alan kabupaten dan kota sepanjang 14.565,03 kilometer dengan kondisi mantap mencapai 38,44 persen.
"Kalau lihat capaian kita, menunjukan kalau pembangunan infrastruktur terus bergerak dan memberi dampak terhadap konektivitas wilayah, termasuk pertumbuhan ekonomi," ucapnya.
Sementara itu tahun ini sejumlah ruas jalan akan ditingkatkan, terdiri dari peningkatan Jalan Kuala Pembuang – Teluk Segintung, Kereng Pakahi – Kampung Melayu, Parenggean – Tb. Sangai, Sampit – Samuda, Samuda – Ujung Pandaran, Sepaku – Perigi, Patung – Hayaping, Bawan – Kuala Kurun, Bukit Liti – Bawan, Sipang Pundu – Tumbang Samba, Rikut Jawu – Tabak Kanilan dan Gadabung Kiri Desa Terusan Kapuas.
Tidak hanya jalan dan jembatan, pemerintah juga berupaya menerangi seluruh wilayah Kalteng dengan akses listrik telah menjangkau 98,73 persen wilayah, dan meningkatkan meningkatkan perluasah akses internet baru di wilayah pelosok. (sho)
Editor : Heru Prayitno