PALANGKA RAYA, Radarsampit.jawapos.com - Warga Jalan Kenanga, Kota Palangka Raya mendadak heboh kedatangan seekor biawak yang masuk ke dapur rumah warga dan menjatuhkan sejumlah perabotan.
Suara benturan keras dari peralatan dapur membuat penghuni rumah ketakutan. Peristiwa itu dilaporkan terjadi saat pemilik rumah sedang berada di dalam rumah.
Baca Juga: Pemerataan Guru dan Infrastruktur Jadi PR Pendidikan di Kotim
Biawak diduga masuk melalui saluran pembuangan air dapur yang berukuran cukup besar dan tidak dipasangi kawat penghalang. Namun saat dilakukan pencarian, hewan dengan gigitan ganas itu tidak ditemukan.
Ketua BPK Kamboja, Sucipto mengatakan, biawak tersebut sempat membuat suasana panik karena menjatuhkan perabotan menggunakan ekornya yang keras.
Baca Juga: BKPSDM Kotim Ingatkan ASN Taat Jam Kerja dan Disiplin Bertugas
“Pemilik rumah ketakutan karena mendengar suara benda jatuh dari dapur. Setelah dicek ternyata ada biawak di dalam rumah,” ujarnya, Kamis (14/5/2026).
Menurut dia, kondisi saluran pembuangan yang terbuka memudahkan hewan liar masuk ke dalam rumah warga tanpa disadari.
Sucipto menambahkan, pihaknya bersama tim sempat melakukan pencarian di sekitar lokasi. Namun, biawak tersebut sudah tidak ditemukan dan diduga kembali kabur ke luar rumah.
Baca Juga: Gaya Hidup Mewah Pejabat di Media Sosial dan Pengawasan Publik yang Kian Menguat
“Kami sudah melakukan pencarian, tetapi biawaknya tidak ditemukan lagi. Kemungkinan sudah keluar dan kembali ke lingkungan sekitar,” katanya.
Ia menambahkan, menduga kemunculan biawak di kawasan permukiman dipicu semakin sempitnya habitat alami satwa liar. Lahan yang dulunya luas sebagai tempat mencari makan kini banyak berubah menjadi kawasan permukiman dan perkotaan.
Baca Juga: KAI Properti Buka Lowongan Penjaga Perlintasan, Ijazah SLTA Sederajat dan Paket C Boleh Mendaftar
Akibat kondisi tersebut, satwa liar kini mulai hidup berdampingan dengan manusia di lingkungan perkotaan yang penuh risiko.
“Sekarang hewan liar juga hidup di tengah lingkungan kota. Kondisi ini terjadi karena habitat mereka semakin berkurang,” pungkasnya. (daq/fm)
Editor : Farid Mahliyannor