Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Inflasi Kalteng Tembus 3,66 Persen, Harga Pangan hingga Emas Jadi Pemicu

Slamet Harmoko • Selasa, 5 Mei 2026 | 11:25 WIB

 

Ilustrasi (AI)
Ilustrasi (AI)

PALANGKA RAYA, radarsampit.jawapos.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Tengah mencatat inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) sebesar 3,66 persen pada April 2026. Kenaikan ini ditandai dengan meningkatnya Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 108,02 pada April 2025 menjadi 111,97 pada April 2026.

Semua Kelompok Pengeluaran Naik

Statistisi Ahli Madya BPS Kalteng, M Taufiqurrahman, mengatakan inflasi terjadi akibat kenaikan harga di seluruh kelompok pengeluaran.

“Kelompok pengeluaran yang memberikan andil inflasi y-on-y, yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau naik 2,11 persen, kelompok pakaian dan alas kaki 0,02 persen,” ujarnya, Senin.

Ia menambahkan, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga naik 0,16 persen, transportasi 0,17 persen, serta penyediaan makanan dan minuman/restoran 0,34 persen.

“Kelompok pendidikan juga memberi andil 0,10 persen, dan kelompok perawatan pribadi serta jasa lainnya sebesar 0,68 persen,” ucapnya.

Emas hingga Beras Dominasi Pemicu Inflasi

Sejumlah komoditas tercatat menjadi penyumbang utama inflasi, di antaranya emas perhiasan, beras, daging ayam ras, ikan nila, minyak goreng, hingga angkutan udara.

Selain itu, komoditas seperti telur ayam ras, bawang merah, kopi bubuk, hingga bahan bakar rumah tangga juga turut mendorong kenaikan harga.

Sementara itu, beberapa komoditas justru menahan laju inflasi atau mengalami deflasi, seperti bawang putih, cabai rawit, cabai merah, bayam, bensin, hingga ikan gabus.

Kapuas Tertinggi, Palangka Raya Terendah

Berdasarkan wilayah, seluruh kabupaten/kota di Kalteng mengalami inflasi y-on-y. Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Kapuas sebesar 3,97 persen dengan IHK 113,92, sedangkan terendah di Kabupaten Sukamara sebesar 2,81 persen.

Untuk inflasi bulanan (month-to-month/m-to-m), seluruh daerah juga mengalami kenaikan. Sampit dan Sukamara mencatat inflasi tertinggi sebesar 0,44 persen, sementara Kota Palangka Raya terendah dengan 0,40 persen.

“Inflasi terendah tercatat di Kota Palangka Raya yakni 0,40 persen,” tutup Taufiqurrahman. (*)

Editor : Slamet Harmoko
#harga pangan #harga emas #inflasi Kalteng