PALANGKA RAYA, radarsampit.jawapos.com – Potensi cuaca ekstrem membayangi wilayah Kalimantan Tengah dalam beberapa hari ke depan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini untuk periode 11 hingga 13 April 2026, seiring meningkatnya peluang hujan sedang hingga lebat yang bisa disertai petir dan angin kencang.
Kondisi ini dipicu oleh adanya pertemuan angin atau konvergensi di wilayah Kalteng. Situasi tersebut diperkuat dengan kelembapan udara yang tinggi serta labilitas atmosfer yang cukup kuat, sehingga mendukung terbentuknya awan-awan hujan dalam skala luas.
Sejumlah daerah diperkirakan terdampak, mulai dari Kotawaringin Timur, Kotawaringin Barat, hingga wilayah tengah seperti Katingan dan Kota Palangka Raya. Pada 11 dan 12 April, potensi hujan terjadi hampir merata di seluruh wilayah, sementara pada 13 April intensitasnya mulai berkurang di sebagian daerah.
Di balik potensi hujan tersebut, BMKG mengingatkan adanya sejumlah dampak yang perlu diantisipasi masyarakat. Curah hujan yang tinggi berisiko memicu genangan hingga banjir, terutama di kawasan dataran rendah dan permukiman dengan sistem drainase yang kurang baik. Di wilayah perbukitan, kondisi tanah yang jenuh air meningkatkan potensi longsor.
Tak hanya itu, angin kencang yang kerap menyertai hujan juga dapat menyebabkan pohon tumbang dan merusak bangunan ringan. Aktivitas masyarakat pun berpotensi terganggu, terutama akibat jalan licin, jarak pandang terbatas, hingga risiko sambaran petir di ruang terbuka.
BMKG juga mengingatkan potensi angin puting beliung yang bisa terjadi secara tiba-tiba dalam durasi singkat, namun memiliki daya rusak yang cukup signifikan.
Menyikapi kondisi ini, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan. Menghindari berteduh di bawah pohon saat hujan deras, memastikan saluran air tetap lancar, serta mengamankan barang-barang yang mudah terbawa angin menjadi langkah sederhana yang dapat mengurangi risiko.
Cuaca ekstrem yang bersifat lokal dan cepat berubah membuat masyarakat perlu lebih aktif memantau informasi terkini dari BMKG. Kesiapsiagaan menjadi kunci untuk meminimalkan dampak yang ditimbulkan dalam beberapa hari ke depan.(oes)
Editor : Slamet Harmoko