Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Antisipasi Karhutla di Musim Kemarau, Polresta Palangka Raya Cek Peralatan SAR Sebelum Bertindak

Dodi Abdul Qadir • Senin, 6 April 2026 | 19:33 WIB
ANTISIPASI KARHUTLA: Personel Satuan Samapta Polresta Palangka Raya melaksanakan pengecekan peralatan SAR mengantisipasi potensi Karhutla. FOTO: DODI/RADAR SAMPIT
ANTISIPASI KARHUTLA: Personel Satuan Samapta Polresta Palangka Raya melaksanakan pengecekan peralatan SAR mengantisipasi potensi Karhutla. FOTO: DODI/RADAR SAMPIT

 

PALANGKA RAYA, Radarsampit.jawapos.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau tahun ini di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) akan berlangsung lebih kering dari kondisi normal.

Sejumlah wilayah bahkan diperkirakan mengalami penurunan curah hujan yang cukup signifikan. Awal musim kemarau di Kalteng tidak terjadi serentak, melainkan bertahap mulai akhir Mei hingga akhir Juni 2026.

Predisiksi ini ditindaklanjuti serius oleh Satuan Samapta Polresta Palangka Raya dengan melaksanakan antisipasi.

Baca Juga: Polantas Polres Kotim Gencarkan Patroli Malam

Seakan  tak mau kecolongan. Senin (6/4/2026), seluruh peralatan SAR “dibongkar” dan dicek habis-habisan. Dengan menekankan secara konkret dan tegas, yakni  saat api datang, semua harus siap tempur.

Kasatsamapta Polresta Palangka Raya AKP Suyatman menekankan, pengecekan digelar di Gedung Satsamapta Polresta Palangka Raya. Bukan sekadar lihat-lihat. Tetapi diliat satu per satu diperiksa detail. Mulai dari kendaraan AWC (Armoured Water Cannon), mobil dan motor operasional, perahu karet, hingga alat pelindung seperti helm dan pelampung.

Lanjutnya, tak ketinggalan, alat inti pemadam juga diuji. Selang pemadam, mesin pompa air, APAR, hingga peralatan pemadam sederhana dipastikan berfungsi tanpa cela. Semua harus siap digunakan kapan saja tanpa alasan rusak atau macet di lapangan.

Baca Juga: Kotim Perkuat Fungsi Pengawasan dan Layanan Publik

“Sesuai instruksi bapak Kapolretsa Palangka Raya, langkah ini bukan formalitas. Ini soal kesiapsiagaan menghadapi ancaman nyata yang tiap tahun. Kami melaksanakan pengecekan peralatan SAR terbatas guna memastikan seluruh sarana dan prasarana dalam kondisi baik dan siap digunakan dalam rangka antisipasi karhutla,” tegas Suyatman mewakili Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Dedy Supriadi.

Pama Polri ini menyampaikan, secara global seluruh kendaraan dan peralatan dinyatakan dalam kondisi prima. Artinya, jika api mulai menjalar, personel bisa langsung bergerak cepat tanpa hambatan teknis.

Baca Juga: Pembukaan Kebun Sawit yang Belum Kantongi Izin jadi Sorotan Legislatif

“Siap. Langkah ini jadi sinyal kuat bahwa aparat tak ingin kecolongan.  Kami sampaikan Karhutla bukan sekadar bencana tahunan tapi ancaman serius yang bisa melumpuhkan aktivitas, merusak lingkungan, hingga mengancam kesehatan masyarakat luas,” tuturnya.

Ia menambahkan, Polresta Palangka Raya mengingatkan warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Selain berisiko besar memicu kebakaran tak terkendali, tindakan tersebut juga berkonsekuensi hukum.

Masyarakat juga diminta aktif melapor jika menemukan titik api sekecil apa pun. Deteksi dini jadi kunci utama agar kebakaran tidak berubah menjadi bencana besar.

Baca Juga: Keributan Antarremaja Terjadi di Bazar Lamandau

Selain itu, warga diimbau untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di area kering yang rawan terbakar. Hal sepele seperti ini kerap jadi pemicu awal karhutla.

Konkretnya dengan kesiapan peralatan dan personel yang sudah dipastikan optimal, Satsamapta Polresta Palangka Raya siap bergerak cepat menghadapi segala kemungkinan. Tapi sekali lagi, pencegahan tetap jadi senjata utama.

“Ingat jangan tunggu api membesar baru panik. Sekali api lepas kendali, dampaknya bisa meluas dalam hitungan jam menghanguskan hutan, lahan, bahkan permukiman,” tandasnya.

Baca Juga: Usai Cekcok Dengan Istri, Suami Langsung Gantung Diri

Sekedar informasi, BMKG mengidentifikasi daerah-daerah yang akan mengalami musim kemarau lebih jelas, meliputi Kabupaten Kotawaringin Barat, Sukamara, Lamandau, Seruyan (kecuali bagian utara), Kotawaringin Timur, Katingan (kecuali bagian utara), Gunung Mas bagian selatan, Kota Palangka Raya, Pulang Pisau, Kapuas (kecuali bagian utara), Murung Raya bagian selatan, Barito Utara (kecuali bagian utara), Barito Timur, hingga Barito Selatan.

Wilayah bagian utara Kalteng memiliki karakteristik berbeda. Meski terjadi penurunan curah hujan, intensitasnya belum memenuhi kriteria musim kemarau secara klimatologis karena dalam satu bulan masih terdapat curah hujan yang cukup. (daq/fm)

Editor : Farid Mahliyannor
#samapta #sar #Polresta Palangka Raya #karhutla