Apple dan Google Diultimatum PM Inggris dalam 3 Bulan. Blokir Foto Syur di Ponsel Anak atau Didenda

Rafii Hamdan • Dipublikasikan Minggu, 19 Juli 2026 | 22:01 WIB
ilustrasi-konten terlarang untuk anak-anak (net)
ilustrasi-konten terlarang untuk anak-anak (net)

Selama ini, kalau bicara soal keamanan internet anak, pemerintah biasanya cuma bisa mengimbau atau bikin aturan yang ujung-ujungnya gampang diakali. Tapi kali ini, Pemerintah Inggris di bawah Perdana Menteri Keir Starmer tampaknya sudah habis kesabaran.

Starmer baru saja memberikan ultimatum keras kepada raksasa teknologi seperti Apple dan Google pada hari Senin (8/6) lalu. ”Kalian punya waktu 3 bulan untuk memblokir konten eksplisit di perangkat anak-anak, atau bersiap menghadapi hukum.” Tegas Starmer.

Inti dari kebijakan baru ini adalah memaksa perusahaan teknologi mengaktifkan fitur sensor konten pornografi dan foto syur langsung di tingkat perangkat (device-level), seperti HP dan tablet yang digunakan oleh anak di bawah umur.

Dalam pidatonya di acara London Tech Week, PM Inggris Keir Starmer menegaskan kalau alasan "teknologi belum siap" sudah tidak bisa diterima lagi. "Hari ini saya mendesak perusahaan teknologi yang beroperasi di negara ini untuk memperkenalkan kontrol perangkat yang mencegah anak-anak mengirim dan menerima gambar seksual eksplisit. Ini bukan tantangan yang mustahil." Ungkap Keir Starmer, Perdana Menteri Inggris.

Starmer juga menambahkan kekesalannya terhadap pembiaran yang terjadi selama ini "Sudah terlalu lama orang-orang diberi tahu bahwa hal ini (anak-anak yang saling mengirim foto syur) hanyalah konsekuensi dari teknologi modern, bahwa tidak ada yang bisa dilakukan, pemerintah tidak berdaya, dan orang tua harus menerimanya begitu saja. Saya menolak keras pandangan itu." Kesal Starmer.

Baca Juga: Apple Launching iPhone 17, Inilah Keunggulan yang Dijualnya

Mendengar kata "sensor", banyak orang yang langsung khawatir kalau pemerintah atau perusahaan teknologi bakal memata-matai isi HP kita. Namun, Menteri Dalam Negeri Inggris (Home Secretary), Shabana Mahmood, langsung menepis kekhawatiran itu. Beliau menjelaskan kalau sistem penyaringan ini berjalan sepenuhnya di dalam sistem HP masing-masing anak, tanpa ada data yang dikirim ke luar.

"Teknologi ini sebenarnya sudah terpasang di perangkat-perangkat tersebut. Perusahaan teknologi hanya perlu menyalakannya untuk memblokir anak-anak dari melihat citra pornografi. Tidak ada pelaporan, tidak ada pengumpulan data, tidak ada pemantauan, dan tidak ada gambar yang keluar dari perangkat." Jelas Shabana Mahmood, Mendagri Inggris.

Pemerintah Inggris memberikan waktu tepat 90 hari bagi produsen teknologi untuk mengaktifkan sistem ini secara bawaan (default) pada akun anak-anak.

Jika dalam waktu tiga bulan Apple, Google, dan kroni-kroninya masih abai, pemerintah Inggris siap meluncurkan undang-undang baru yang bakal menjatuhkan denda super besar. Bahkan, aturan ini juga menyiapkan ancaman tuntutan pidana langsung bagi para bos teknologi yang terbukti sengaja membiarkan platformnya melanggar aturan perlindungan anak ini. (pel)

Editor : Agus Jaka Purnama
Perdana Menteri Inggris ultimatum foto syur google apple