MALANG, radarsampit.jawapos.com – Arema FC mengawali perjalanan di Super League 2026/2027 dengan hasil meyakinkan.
Singo Edan melibas tim promosi Isenmulang Kalteng FC dengan skor telak 4-0 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jumat (4/9)
Kemenangan tersebut sudah mulai terlihat sejak menit-menit awal. Johan Alfarizi membuka keunggulan Arema FC pada menit ke-6. Berselang delapan menit, Diego Landis menggandakan keunggulan tuan rumah menjadi 2-0.
Arema FC terus menekan pertahanan Isenmulang Kalteng FC. Upaya tersebut kembali membuahkan hasil pada masa injury time babak pertama.
Marcos Vinicius mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-45+6.
Memasuki babak kedua, Arema FC tetap mampu mengendalikan pertandingan.
Isenmulang Kalteng FC berupaya memberikan respons, tetapi kesulitan menembus pertahanan tuan rumah.
Mauro Ziljstra kemudian melengkapi pesta gol Arema FC. Penyerang tersebut mencetak gol pada menit ke-85 sekaligus memastikan kemenangan 4-0 bagi Singo Edan.
Bagi Isenmulang Kalteng FC, pertandingan perdana di kasta tertinggi sepak bola Indonesia tersebut menjadi pelajaran berharga.
Pelatih kepala Mundari Karya mengakui timnya masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan tuntutan kompetisi Super League.
Menurut Mundari, gol cepat Arema FC menjadi salah satu faktor yang membuat anak asuhnya kesulitan mengembangkan permainan.
“Seperti yang saya katakan sebelumnya, adaptasi kita memang belum cukup cepat. Kita bisa melihat bagaimana gol terjadi begitu cepat,” ujar Mundari.
Mundari menyebut perbedaan intensitas permainan antara Liga 2 dan Super League menjadi tantangan tersendiri bagi skuadnya.
Isenmulang Kalteng FC sebelumnya berkompetisi di Liga 2 sebelum promosi ke kasta tertinggi.
Meski demikian, Mundari melihat ada respons positif setelah timnya tertinggal.
Isenmulang Kalteng FC disebut mulai mampu menguasai permainan dan memberikan perlawanan.
“Gol-gol cepat itu yang membuat kita agak kesulitan. Tetapi setelah gol tersebut terjadi, saya pikir kita justru banyak menguasai pertandingan dan mampu memberikan perlawanan,” katanya.
Satu persoalan yang menjadi sorotan utama adalah pertahanan saat menghadapi bola mati. Tiga dari empat gol Arema FC tercipta melalui situasi sepak pojok.
“Sekali lagi, tiga gol yang terjadi melalui corner akan menjadi bahan evaluasi kami. Saya berharap dari pertandingan ini anak-anak bisa lebih cepat memahami tuntutan bermain di Super League dan bisa segera beradaptasi dengan level kompetisi ini,” tegas Mundari.
Hal senada disampaikan bek Isenmulang Kalteng FC, Leo Lelis. Dia menyadari timnya masih dalam tahap adaptasi setelah tampil di kompetisi level tertinggi.
“Saya setuju dengan apa yang disampaikan Coach. Tim kami masih baru di Super League dan kami masih dalam proses beradaptasi dengan kompetisi ini,” tutur Leo.
Leo menilai situasi bola mati harus segera dibenahi. Tiga gol dari corner menjadi pekerjaan rumah yang tidak boleh kembali terulang.
“Kami harus bekerja lebih keras, terutama dalam mengantisipasi situasi bola mati. Tiga gol yang kami terima berasal dari corner, jadi ini adalah sesuatu yang harus kami perbaiki dan evaluasi bersama,” ujarnya.
Selain persoalan teknis, Isenmulang Kalteng FC juga menghadapi kendala dalam persiapan. Tim tidak dapat menjalani latihan di Palangka Raya akibat kondisi kabut asap.
“Kami juga tidak bisa menjalani latihan di Palangka Raya karena kondisi asap. Jadi kami harus tetap bekerja keras dan beradaptasi dengan situasi yang ada,” kata Leo.
Hasil tersebut membuat Isenmulang Kalteng FC harus segera berbenah sebelum menjalani laga berikutnya.
Kekalahan telak di kandang Arema FC menjadi gambaran awal betapa ketatnya persaingan di Super League. (daq)
Editor : Slamet Harmoko