
PALANGKA RAYA-radarsampit.jawapos.com-Karhutla masih terjadi di sejumlah titik di Kota Palangka Raya, tim gabungan harus berjibaku di Jalan Saluang, Kelurahan Marang; Jalan Danum Bahandang, Kelurahan Kereng Bangkirai; serta kawasan Perupuk Tunggal, Kelurahan Sabaru.
Di Jalan Saluang, api membakar sekitar 1,61 hektare lahan gambut yang dipenuhi semak belukar, pakis-pakisan, ilalang, pohon tumih dan geronggang.Petugas mengerahkan mobil tangki water supply berkapasitas 5.000 liter, mobil slip on, mesin pompa dan selang. Api berhasil dikendalikan, tetapi kepulan asap masih muncul dari bagian tengah lahan. Pendinginan pun kembali dilakukan.
Di Jalan Danum Bahandang, kebakaran melanda sekitar 0,05 hektare. Api menjalar cepat di antara semak belukar, geronggong, akasia, kalakai dan pakis-pakisan.
Dalkarhutla Dishut Kalteng, pemadam darat, TNI, Emergency Response Palangka Raya (ERP) dan TSAK Kereng Bangkirai dikerahkan. Namun, petugas menghadapi kendala klasik: sumber air terbatas.
Sementara di kawasan Perupuk Tunggal, tantangannya berbeda. Lokasi kebakaran tak bisa ditembus melalui jalur darat. Dua perahu kelotok akhirnya digunakan untuk mengangkut personel dan peralatan menuju titik api. Dengan mesin pompa dan sumber air dari parit terdekat, sekitar 0,15 hektare lahan berhasil ditangani.
Namun, perang belum selesai. Api belum sepenuhnya padam. Pendinginan dan pembatasan penjalaran masih dilakukan di lahan gambut yang ditumbuhi purun danau, rasau, geronggang, tumih hingga blangiran.
Sementara itu itu, Padal Tim Patroli Pemadaman Karhutla Regu 7 Iptu Siswanto mengatakan, Patroli Pemadaman Karhutla Polresta Palangka Raya Regu 7 di Jalan Menteng XII, Kelurahan Menteng, Kecamatan Jekan Raya.
Lahan gambut dengan luas sekitar 2.116,7 meter persegi sebelumnya terbakar. Meski api telah dipadamkan, asap masih mengepul di sejumlah bagian.
Personel menggunakan mesin Alkon dengan sumber air dari kolam milik warga yang berjarak sekitar 50 meter dari titik kebakaran.
Ia mengatakan pendinginan menjadi tahap krusial. Sebab, pada lahan gambut, bara bisa bertahan di bawah permukaan tanah dan sewaktu-waktu kembali memunculkan api.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!





