Secara kualitas individu, kedua tim bisa dikatakan berimbang, sehingga banyak pengamat menilai laga ini, bakal menjadi duel terbaik pada Piala Dunia 2026.
Pemain Spanyol, Mikel Merino memuji Kylian Mbappe menjelang laga tim nasional Spanyol melawan Prancis di semifinal Piala Dunia 2026. Laga tersebut bakal digelar di AT&T Stadium, Rabu (15/7).
Pemain yang menjadi penentu kemenangan timnas Spanyol melawan Belgia tersebut melihat Prancis sebagai skuad berisikan pemain berbakat. Itulah mengapa, Mikel Merino timnya harus bermain dengan sekuat tenaga.
"Pemain-pemain yang sangat berbakat yang harus kita hadapi dengan sekuat tenaga jika ingin memenangkan pertandingan ini," kata Mikel Merino dalam sebuah wawancara dengan Sport yang dikutip dari RMC Sport, Senin (13/7).
Di sisi lain, Merino mengatakan laga timnas Spanyol melawan Prancis akan banyak ditentukan dari permainan di lini tengah. Gelandang 30 tahun itu ingin La Furia Roja meredam momentum Prancis di laga semifinal.
Baca Juga: Argentina Dikepung Tim UEFA di Semifinal Piala Dunia 2026
"Semua pertandingan umumnya dimainkan di lini tengah. Kami akan selalu berusaha mempertahankan kendali permainan, karena selama transisi di mana mereka sangat kuat dan cepat, mereka dapat menimbulkan banyak kerusakan dan kami harus mengelolanya dengan baik. Kami harus mencoba untuk meredam momentum dan kekuatan mereka dengan mempertahankan penguasaan bola dan mendorong mereka mundur, ke tempat yang tidak mereka sukai," pungkas Mikel Merino.
Di Piala Dunia 2026, Merino bukanlah pilihan utama Luis De La Fuente di lini tengah timnas Spanyol. Dia lebih sering bermain dari bangku cadangan dalam dua laga terakhir melawan Portugal dan Belgia.
Meskipun demikian, Merino memberikan kontribusi penting untuk timnas Spanyol. Dua gol penentu kemenangan, sukses dicetaknya ketika laga krusial melawan Portugal dan Belgia.
Sementara Prancis, datang ke semifinal Piala Dunia 2026 dengan modal sempurna usai sapu bersih 6 kemenangan beruntun. Les Bleus lolos sebagai juara Grup I sebelum menyingkirkan Swedia, Paraguay, dan Maroko. Di sisi lain, Spanyol juga belum kalah dengan lima kemenangan beruntun selepas hasil imbang pada laga pembuka Grup H melawan Cape Verde.
Dalam 2 turnamen terakhir, hasil pertemuan kedua kubu lebih berpihak ke Spanyol. La Roja menekuk Les Bleus di semifinal Euro 2024 dan menang dramatis 5-4 di UEFA Nations League 2025. Namun, sebelumnya Prancis juga pernah unggul 2-1 pada final UEFA Nations League 2021.
Selama Piala Dunia kali ini, statistik FIFA menunjukkan, ketajaman Prancis terlihat dari efektivitas Mbappe dan kolega dalam memanfaatkan peluang. Menariknya, Les Bleus dan Spanyol sama-sama sudah melepas 110 tembakan sepanjang turnamen. Bedanya, Prancis mampu mengonversi peluang itu menjadi 16 gol, sedangkan Spanyol baru mencetak 11 gol. Singkatnya, kualitas penyelesaian akhir tim asuhan Didier Deschamps lebih klinis.
Selain itu, Deschamps terlihat memberi kebebasan lebih kepada lini depannya dibanding turnamen-turnamen lain. Kombo Mbappe, Dembele, Michael Olise, serta Desire Doue atau Bradley Barcola bikin serangan Les Bleus lebih dinamis dan sulit diprediksi. Mbappe kini memimpin persaingan Sepatu Emas bersama Lionel Messi dan Erling Haaland dengan koleksi delapan gol.
Kendati demikian, Prancis masih punya pekerjaan rumah di lini tengah. Manu Kone sempat mengalami masalah pada lutut saat menghadapi Maroko, sedangkan Aurelien Tchouameni masih berpacu dengan waktu untuk pulih dari cedera paha. Jika keduanya belum dalam kondisi terbaik, keseimbangan lini tengah Les Bleus bisa terganggu saat bersua lini tengah Spanyol yang dikenal kuat menguasai bola.
Sedangkan Spanyol, merujuk statistik FIFA, kekuatan terbesar mereka ada pada organisasi permainan. Tim asuhan Luis de la Fuente itu hanya bobol satu gol serta mencatat lima clean sheet sepanjang Piala Dunia 2026. Ketangguhan lini belakang itu didukung dominasi lini tengah yang jago mengontrol jalannya laga. Spanyol sudah mencatat 4.000 operan lebih di turnamen ini, lebih banyak dibanding Prancis.
Rodri menjadi pusat permainan dengan kemampuannya mengatur tempo, didukung kreativitas Dani Olmo, Fabian Ruiz, hingga Pedri yang siap kembali memperebutkan tempat di lini tengah.
Di sektor sayap, Lamine Yamal memang belum setajam saat Euro 2024, tetapi winger berusia 18 tahun itu tetap berpotensi mengancam berkat kecepatan dan skill menggiring bolanya.
Lini depan La Furia Roja juga tidak bergantung pada satu pemain. Mikel Oyarzabal memang berstatus sebagai top skor tim dengan empat gol, tetapi kontribusi gol La Roja tersebar dari sejumlah pemain seperti Merino, Ferran Torres, Nico Williams, hingga Yeremy Pino. Kedalaman skuad ini memberi Luis de la Fuente banyak opsi untuk mengubah jalannya pertandingan apabila diperlukan.(jpc/int/tir)
Editor : Agus Jaka Purnama