RADARSAMPIT.JAWAPOS.COM - Nama François Letexier kembali menjadi perbincangan setelah memimpin pertandingan babak 16 besar Piala Dunia FIFA 2026 antara Tim nasional sepak bola Argentina melawan Tim nasional sepak bola Mesir di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Selasa (7/7) waktu setempat.
Laga yang berakhir dengan kemenangan Argentina 3-2 itu diwarnai serangkaian keputusan wasit yang memicu perdebatan di kalangan pemain, pelatih, hingga suporter.
Sejumlah keputusan Letexier sepanjang pertandingan dinilai menguntungkan Argentina. Di media sosial, berbagai potongan video yang memperlihatkan momen-momen kontroversial beredar luas dan memancing beragam reaksi.
Baca Juga: Mesir Meradang, Merasa Dirugikan Wasit saat Disingkirkan Argentina, VAR Jadi Sorotan
Tidak sedikit penggemar sepak bola mempertanyakan konsistensi penerapan aturan oleh wasit asal Prancis tersebut.
Kontroversi dalam pertandingan itu juga memunculkan protes keras dari kubu Mesir. Ketegangan di pinggir lapangan semakin meningkat ketika pelatih Mesir beberapa kali melayangkan protes kepada perangkat pertandingan atas sejumlah keputusan yang dianggap merugikan timnya.
Nama Letexier sendiri bukan kali pertama dikaitkan dengan pertandingan yang memantik polemik. Wasit berusia 37 tahun itu sebelumnya pernah memimpin laga play-off Olimpiade Paris 2024 antara Timnas Indonesia U-23 melawan Guinea.
Kepemimpinannya saat itu menuai kritik dari publik Indonesia karena beberapa keputusan dinilai kontroversial.
Tak hanya itu, Letexier juga pernah menjadi sorotan saat memimpin pertandingan Ligue 1 Prancis antara Nice melawan Nantes pada 2022.
Seusai pertandingan, ia menjadi sasaran kritik keras di media sosial hingga menerima ancaman yang membuatnya melapor kepada kepolisian untuk mendapatkan perlindungan.
Dalam laga Argentina kontra Mesir, ketegangan di area teknis juga berujung pada sanksi dari wasit. Pelatih Mesir yang terus memprotes keputusan pengadil lapangan akhirnya diganjar kartu merah dan diusir dari area teknis.
Hingga pertandingan berakhir, belum ada pernyataan resmi dari penyelenggara maupun otoritas perwasitan terkait sejumlah keputusan yang dipersoalkan dalam laga tersebut.
Meski demikian, kepemimpinan François Letexier kembali menjadi bahan perdebatan dan menambah daftar pertandingan besar yang meninggalkan kontroversi atas keputusan wasit. (jpg)
Editor : Slamet Harmoko