radarsampit.jawapos.com- Timnas Brasil kembali datang ke Piala Dunia 2026 dengan status sebagai salah satu kandidat juara. Sebagai negara tersukses dalam sejarah turnamen dengan lima gelar, Selecao tentu membawa ambisi besar untuk menambah koleksi trofinya menjadi enam.
Namun, perjalanan menuju gelar dunia kali ini diperkirakan tidak akan mudah. Meski memiliki banyak pemain berkualitas di berbagai lini, Timnas Brasil masih menyimpan sejumlah tanda tanya yang bisa memengaruhi performa mereka sepanjang turnamen piala dunia.
Di sektor depan, Brasil tetap menjadi salah satu tim dengan daya serang paling menakutkan. Kehadiran Vinicius Junior, Raphinha, hingga Endrick memberikan banyak pilihan bagi pelatih Carlo Ancelotti. Ketiganya memiliki karakter berbeda yang bisa membuat serangan Brasil lebih variatif.
Vinicius Junior menjadi sosok yang paling diharapkan sebagai motor utama serangan. Kecepatan, kemampuan menggiring bola, serta pengalamannya di level tertinggi membuat pemain berusia 26 tahun itu diprediksi menjadi pemain kunci Brasil sepanjang turnamen.
Sementara itu, Endrick yang digadang-gadang sebagai masa depan sepak bola Brasil mulai menunjukkan perkembangan positif. Jika mampu tampil lepas dan konsisten, ia bisa menjadi pembeda saat menghadapi pertandingan besar.
Di lini belakang, Brasil juga terbilang cukup solid. Duet Gabriel Magalhaes dan Marquinhos menawarkan kombinasi kekuatan fisik, pengalaman, serta kemampuan membaca permainan yang baik. Kehadiran mereka menjadi fondasi penting bagi keseimbangan tim.
Meski demikian, perhatian terbesar justru tertuju pada lini tengah dan peran beberapa pemain senior. Casemiro dan Neymar kini sudah memasuki usia 34 tahun. Pengalaman mereka memang masih sangat berharga, tetapi faktor kebugaran menjadi hal yang tidak bisa diabaikan.
Baca Juga: Tren Sejarah : Lima Tim Jadi Kandidat Juara Piala Dunia 2026
Khusus Neymar, banyak pengamat menilai peran sebagai supersub mungkin lebih realistis dibandingkan menjadi starter reguler di setiap pertandingan. Dengan kondisi fisik yang tidak lagi seperti beberapa tahun lalu, memaksimalkan menit bermain Neymar di momen-momen penting bisa menjadi strategi yang lebih efektif.
Tantangan lain datang dari sosok Carlo Ancelotti. Meski dikenal sebagai salah satu pelatih paling sukses dalam sejarah sepak bola klub, Piala Dunia 2026 menjadi turnamen internasional besar pertamanya sebagai pelatih tim nasional. Kemampuan mengelola ruang ganti yang berisi banyak bintang akan menjadi faktor penting dalam perjalanan Brasil.
Berdasar simulasi Opta Supercomputer, peluang Brasil untuk menjuarai Piala Dunia 2026 berada di angka 6,6 persen, menempatkan mereka di posisi keenam kandidat juara. Peluang lolos dari fase grup mencapai 96,9 persen, tetapi jalan menuju final diprediksi sangat terjal.
Brasil berpotensi menghadapi Inggris di perempat final, Prancis di semifinal, dan Spanyol pada partai puncak. Jalur itu membuat peluang mereka melangkah jauh menjadi lebih sulit dibanding beberapa pesaing lainnya.
Meski demikian, Brasil tetaplah Brasil. Jika Vinicius Junior mampu tampil sebagai pemimpin di lapangan dan trio lini depan menemukan konsistensi terbaiknya, peluang Selecao untuk mengangkat trofi keenam masih sangat terbuka.
Piala Dunia 2026 bisa menjadi akhir yang manis bagi Neymar, atau justru menjadi awal dari generasi emas baru sepak bola Brasil.(an/lat/jpc)
Editor : Agus Jaka Purnama