Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Penuh Emosional, Salam Perpisahan Mohamed Salah

Agus Jaka Purnama • Senin, 25 Mei 2026 | 07:07 WIB
Mo Salah, saat salam perpisahan di Anfield, Minggu (24/5). (net)
Mo Salah, saat salam perpisahan di Anfield, Minggu (24/5). (net)

 Mohamed Salah telah mengucapkan salam perpisahan kepada rekan-rekannya di skuad Liverpool, menjelang laga terakhirnya bersama klub.

Salah memanfaatkan momen di pusat latihan Liverpool untuk memberikan pesan emosional, sekaligus peringatan kepada rekan-rekannya tentang tekanan besar bermain di Anfield.

Pasca latihan itu, Salah telah menutup perjalanan luar biasanya di Liverpool, sejak kedatangannya dari AS Roma pada 2017. Hampir sembilan tahun di Anfield, ia berkembang menjadi salah satu pemain paling penting dalam sejarah modern Liverpool.

Total 257 gol berhasil ia catatkan untuk The Reds, menjadikannya pencetak gol terbanyak ketiga sepanjang sejarah klub. 

Selain produktivitasnya di depan gawang, Salah juga dikenal sebagai sosok pemimpin yang membantu Liverpool kembali meraih gelar-gelar besar di bawah era modern klub.

Pelatih Arne Slot pun turut memberikan penghormatan khusus kepada Salah setelah membantu Liverpool menjuarai Premier League pada musim pertamanya menangani klub. 

Slot mengakui kontribusi sang pemain sangat menentukan dalam perjalanan Liverpool meraih gelar liga.

Menurut Slot, musim ini menjadi salah satu pengalaman paling berkesan dalam karier kepelatihannya, dan ia menilai Salah sebagai sosok sentral di balik keberhasilan tersebut.

“Musim lalu mungkin adalah gelar paling spesial yang pernah saya raih,” kata Slot. 

“Sekarang saya bisa mengatakan trofi Premier League bersama Liverpool adalah salah satu pencapaian terbesar dalam hidup saya, dan Salah memainkan peran yang luar biasa penting,” lanjut sang pelatih.

Slot juga memuji konsistensi Salah yang tetap mampu tampil tajam di tengah tekanan besar sepanjang musim. Ketajaman dan pengalaman pemain Mesir itu dianggap memberi dampak besar, bukan hanya di lapangan tetapi juga di ruang ganti.

Kini, Liverpool menghadapi tantangan baru untuk membangun tim tanpa Salah. Kehilangan pemain dengan kontribusi sebesar dirinya tentu tidak akan mudah digantikan, terlebih ia sudah menjadi simbol era sukses Liverpool dalam beberapa tahun terakhir.

Selain produktif mencetak gol, Salah juga membawa mental juara dan pengalaman yang membantu Liverpool bersaing di level tertinggi Eropa. Kehadirannya selama hampir satu dekade membuatnya bukan sekadar pemain penting, tetapi juga ikon klub.

Meski akan meninggalkan Anfield, warisan Salah dipastikan tetap melekat kuat di hati para pendukung Liverpool. Ia pergi sebagai salah satu legenda modern klub yang berhasil mengembalikan Liverpool ke puncak sepak bola Inggris dan Eropa.

Sementara itu, Liverpool mengakhiri musim 2025/26 dengan hasil tidak memuaskan setelah ditahan imbang 1-1 melawan Brentford pada matchday ke-38 Liga Inggris di Stadion Anfield, Minggu (24/5).

The Reds sempat unggul melalui gol Curtis Jones sebelum gol Kevin Schade menyamakan kedudukan untuk Brentford.

Pertandingan ini menjadi momen emosional bagi publik Anfield karena sekaligus menandai laga terakhir Mohamed Salah dan Andy Robertson sebelum meninggalkan Liverpool pada bursa transfer musim panas 2026.

Tidak ingin menutup laga perpisahan dengan hasil imbang, pelatih Arne Slot melakukan sejumlah pergantian pada menit ke-73. Salah ditarik keluar dan digantikan Jeremie Frimpong, sementara Rio Ngumoha digantikan Florian Wirtz.

Momen pergantian Salah menghadirkan suasana emosional di Anfield.

Saat di lapangan maupun usai laga, penyerang asal Mesir itu mendapatkan tepuk tangan panjang dari suporter yang memberi penghormatan atas kontribusinya selama berseragam Liverpool.(dis/int)

 

Editor : Agus Jaka Purnama
#anfield #perpisahan #mohamed salah #liverpool #modern