Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Kalahkan Persebaya Surabaya 3-0, Persija ke Jalur Perebutan Juara Super League 2025/2026

Agus Jaka Purnama • Minggu, 12 April 2026 | 20:46 WIB
Selebrasi pemain Persija Jakarta usai mencetak salah satu gol ke gawang Persebaya pada pekan ke 27 Indonesia Super League 2025/2026, Sabtu (11/4) malam.
Selebrasi pemain Persija Jakarta usai mencetak salah satu gol ke gawang Persebaya pada pekan ke 27 Indonesia Super League 2025/2026, Sabtu (11/4) malam.

radarsampitjawapos.com- Kemenangan telak 3-0 diraih Persija Jakarta saat menjamu Persebaya Surabaya di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada pekan 27 Super League 2025/2026, Sabtu (11/4) malam.

Sejak menit awal, Persija Jakarta langsung tampil agresif dan menekan lini pertahanan Green Force. Intensitas tinggi yang diperagakan tuan rumah membuat Persebaya Surabaya kesulitan mengembangkan permainan.

Penampilan gemilang Eksel Runtukahu menjadi sorotan utama. Dua golnya memastikan kemenangan telak Persija Jakarta atas Persebaya Surabaya.

Namun, laga tersebut tak hanya soal kemenangan, tetapi juga menjadi panggung pembuktian bagi Eksel Runtukahu. Striker lokal itu menunjukkan ketajamannya di saat tim membutuhkan sosok pembeda di lini depan.

Sejak awal pertandingan, tensi laga sudah terasa tinggi dengan kedua tim bermain agresif. Namun, Persija Jakarta mampu mengendalikan jalannya pertandingan sejak menit-menit awal.

Kebuntuan akhirnya pecah di babak pertama melalui titik putih pada menit ke-17. Allano Lima sukses menjalankan tugasnya setelah Eksel dilanggar di kotak penalti, membuat Persija Jakarta unggul lebih dulu.

Gol tersebut menjadi titik balik yang mengubah ritme permainan. Persebaya Surabaya mencoba bangkit, tetapi solidnya lini pertahanan Persija Jakarta membuat mereka kesulitan menciptakan peluang berbahaya.

Memasuki babak kedua, Persija Jakarta tampil semakin percaya diri. Dominasi mereka berlanjut dengan serangan yang lebih terorganisir dan efektif.

Eksel Runtukahu kemudian tampil sebagai bintang utama dalam laga ini. Dia mencetak gol indah pada menit ke-54 melalui sepakan melengkung yang tak mampu dijangkau kiper lawan.

Baca Juga: Denda Suporter Persebaya Surabaya Tembus Rp590 Juta

Gol tersebut meningkatkan kepercayaan dirinya untuk terus menekan pertahanan Persebaya Surabaya. Hasilnya, pada menit ke-76, dia kembali mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan umpan matang dari Allano Lima.

Brace yang dicetak Eksel Runtukahu bukan sekadar angka di papan skor. Performa tersebut menjadi bukti dirinya layak mendapat tempat utama di tengah ketatnya persaingan lini depan Persija Jakarta.

Usai pertandingan, Eksel mengungkapkan rasa syukur atas kemenangan yang diraih timnya. Dia menegaskan keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh tim, bukan individu semata.

”Pertama-tama, puji Tuhan, syukur kami bisa tiga poin. Terima kasih banyak buat Coach (Mauricio Souza), teman-teman semua yang berjuang malam hari ini, dan suporter. Terima kasih banyak dan kami akan berjuang mulai buat ke depannya,” kata Eksel usai laga.

Eksel juga membahas persaingan di lini depan Persija Jakarta yang semakin ketat. Kehadiran pemain-pemain baru justru menjadi motivasi tambahan bagi dirinya untuk terus berkembang.

”Buat saya, pemain-pemain yang datang ke Persija, saya anggap bukan saingan, tapi saudara. Buat motivasi saya, kami saling bicara buat tim ini siapa yang lebih bagus, pasti dia akan main. Posisi saya striker lokal, saya sangat bangga dan senang bisa ada senior-senior seperti Gustavo, ada striker yang baru datang juga. Saya sangat senang dan saya belajar dari dia," tutur Eksel.

Di sisi lain, pelatih Persija Jakarta Mauricio Souza turut memberikan pujian atas performa anak asuhnya tersebut. Dia menilai Eksel sebagai pemain terbaik di lapangan pada pertandingan itu.

”Dia memainkan pertandingan yang hebat yang menurut pendapat saya adalah yang terbaik di lapangan,” ucap Mauricio.

Dia juga mengingatkan peran penyerang tak hanya mencetak gol, tetapi juga membantu pertahanan. Hal itu dinilai menjadi salah satu kunci keberhasilan Persija Jakarta meredam permainan Persebaya Surabaya.

Sementar itu, kekalahan ini menjadi pukulan bagi Green Force yang gagal mengimbangi permainan cepat tuan rumah. Evaluasi besar jelas dibutuhkan jika ingin kembali bersaing di papan atas.

Kegagalan lini depan Persebaya Surabaya menjadi sorotan utama usai takluk telak dari Persija Jakarta. Statistik mencolok memperlihatkan Green Force sama sekali tak mampu mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran sepanjang pertandingan.

Dari catatan statistik, Persebaya Surabaya memang mampu melepaskan 10 tembakan sepanjang laga. Tetapi ironisnya, tidak satu pun dari tembakan tersebut mengarah tepat ke sasaran.

Sedangkan Persija Jakarta yang mencatatkan 12 tembakan dengan 6 di antaranya tepat sasaran. Perbedaan efektivitas ini menunjukkan jurang kualitas dalam penyelesaian akhir yang begitu lebar.

Ball possession juga memperlihatkan dominasi tuan rumah dengan 67 persen penguasaan bola. Sementara Persebaya Surabaya hanya mampu menguasai 33 persen, membuat mereka kesulitan mengembangkan permainan.

Jumlah sentuhan di kotak penalti lawan juga menunjukkan ketimpangan signifikan. Persija Jakarta mencatatkan 51 sentuhan, sedangkan Persebaya Surabaya hanya 22 kali.

Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares menyoroti aspek mental sebagai penyebab turunnya performa tim. Menurutnya, setelah tertinggal, fokus dan kontrol emosi pemain ikut menurun drastis.

“Ketika situasi tidak berjalan baik, kontrol emosi dan fokus kami menurun,” tegasnya. Ia menilai hal ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi tim jika ingin bersaing di level atas.

Baca Juga: Persija Jakarta Belum Menyerah Kejar Persib Bandung di Puncak Klasemen Super League 2025/2026

Atmosfer Stadion Utama Gelora Bung Karno yang dipenuhi suporter Persija Jakarta juga memberi tekanan tambahan. Dukungan masif tersebut membuat tuan rumah tampil lebih percaya diri dan agresif.

Sebaliknya, Persebaya Surabaya justru terlihat kehilangan ritme permainan. Mereka gagal keluar dari tekanan dan tidak mampu membangun serangan yang terstruktur.

Bernardo Tavares mengakui kekalahan ini sebagai pelajaran penting. Ia menegaskan tim harus segera berbenah jika tidak ingin terus terpuruk.

“Hari ini memang bukan hari kami. Kami harus belajar dari pertandingan ini,” ujarnya. Evaluasi menyeluruh akan menjadi fokus utama setelah laga ini.

Persebaya Surabaya kini dihadapkan pada tantangan besar untuk memperbaiki lini depan. Konsistensi, ketenangan, dan ketajaman harus segera ditemukan kembali.(mo/ba/jpc)

Editor : Agus Jaka Purnama
#Super League 2025/2026 #green force #persebaya surabaya #stadion utama gelora bung karno #persija jakarta