Radarsampit.jawapos.com - Kekalahan pahit dialami Timnas Italia setelah takluk dari Bosnia-Herzegovina di Stadion Bilino Polje, Zenica, pada 1 April. Hasil tersebut memastikan Gli Azzurri kembali gagal lolos ke Piala Dunia 2026.
Kegagalan ini langsung memicu efek domino di tubuh sepak bola Italia. Gabriele Gravina memutuskan mundur dari jabatannya sebagai Presiden FIGC yang telah diembannya sejak 22 Oktober 2018.
Langkah tersebut kemudian diikuti legenda hidup Italia, Gianluigi Buffon. Mantan penjaga gawang yang turut membawa Italia juara Piala Dunia 2006 itu memilih mengundurkan diri dari posisinya sebagai kepala delegasi tim nasional, jabatan yang dipegangnya sejak Agustus 2023.
Tak hanya di level federasi, gejolak juga terjadi di kursi pelatih. Gennaro Gattuso resmi mengakhiri masa jabatannya sebagai pelatih kepala usai kegagalan di babak playoff zona Eropa.
Baca Juga: Italia Gagal Lagi ke Piala Dunia. Tiga Kali Berutut Turut
Italia harus mengubur mimpi tampil di pentas dunia setelah kalah dramatis lewat adu penalti dari Bosnia-Herzegovina. Kekalahan ini sekaligus memperpanjang catatan kelam Gli Azzurri yang kini tiga kali berturut-turut gagal menembus putaran final Piala Dunia.
Gattuso mengakui keputusan mundur bukan hal mudah. Namun, ia menilai langkah tersebut sebagai bentuk tanggung jawab atas hasil yang tidak sesuai harapan.
“Dengan perasaan berat, saya memutuskan mengakhiri peran saya karena target utama tidak tercapai,” ujarnya. “Seragam tim nasional adalah kehormatan tertinggi, dan keputusan ini saya ambil agar proses evaluasi bisa berjalan lebih cepat.”
Kini, federasi sepak bola Italia dihadapkan pada tugas besar untuk melakukan pembenahan menyeluruh demi mengembalikan kejayaan tim yang pernah menjadi kekuatan utama sepak bola dunia. (jpg)
Editor : Slamet Harmoko