JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Gelombang besar “paspoortgate” kini benar-benar mengguncang karier pemain Timnas Indonesia yang berkarier di Eropa. Setelah Dean James dan Nathan Tjoe-A-On, kini Justin Hubner turut terseret dalam polemik izin kerja di Belanda.
Bek andalan Garuda tersebut untuk sementara waktu dibekukan oleh klubnya, Fortuna Sittard, akibat status administrasi yang belum tuntas.
Situasi ini mempertegas bahwa kasus yang dikenal sebagai paspoortgate bukan persoalan kecil, melainkan krisis yang berdampak luas terhadap banyak pemain.
Laporan jurnalis Fabian van der Poll dari Algemeen Dagblad menyebutkan, sejumlah pemain bahkan harus tinggal di rumah sambil menunggu kepastian hukum. Klub-klub di Belanda diimbau untuk tidak menurunkan pemain yang terdampak, termasuk dalam sesi latihan, hingga status mereka dinyatakan sah.
Selain Hubner, sejumlah pemain lain dari klub seperti Go Ahead Eagles dan NEC Nijmegen juga disebut ikut terdampak. Fenomena ini menunjukkan bahwa kasus tersebut telah menjalar ke berbagai level kompetisi, baik Eredivisie maupun divisi kedua.
Kasus Nathan Tjoe-A-On di Willem II menjadi salah satu contoh. Klub mengonfirmasi bahwa pemain tersebut belum bisa menjalankan aktivitas profesional usai kembali dari tugas bersama Timnas Indonesia. Kebijakan ini mengikuti arahan dari KNVB dan federasi klub profesional (FBO).
Permasalahan utama terletak pada status kewarganegaraan. Banyak pemain yang lahir dan besar di Belanda kemudian memilih membela Indonesia melalui proses naturalisasi. Dampaknya, mereka dianggap melepas kewarganegaraan Belanda dan berstatus sebagai pemain non-Uni Eropa.
Sebagai konsekuensi, mereka harus memenuhi syarat izin kerja khusus, termasuk standar gaji minimum yang tinggi, yakni lebih dari 600 ribu euro per tahun untuk pemain berusia di atas 21 tahun.
Di tengah polemik tersebut, Justin Hubner mengaku belum memahami secara detail persoalan yang menimpanya.
“Saya tidak tahu, saya tak tahu apa yang terjadi, saya tidak tahu,” ujarnya.
Meski sorotan tertuju pada pemain Indonesia, kasus ini juga berdampak pada pemain dari negara lain seperti Curacao, Suriname, dan Tanjung Verde.
Hal ini menunjukkan bahwa paspoortgate merupakan persoalan regulasi yang lebih luas dalam sepak bola Belanda, khususnya terkait pemain dengan latar belakang kewarganegaraan ganda.
Hingga kini, belum ada kepastian kapan para pemain yang terdampak dapat kembali merumput, sementara proses penyelesaian administrasi masih terus berlangsung. (*)
Editor : Slamet Harmoko