radarsampitjawapos.com- Pembalap Marco Bezzecchi dan Luca Marini dijatuhi penalti pada sesi kualifikasi MotoGP Amerika Serikat. Keduanya dinilai melakukan pelanggaran dengan menghalangi laju Marc Marquez. Akibat insiden tersebut, mereka harus turun dua posisi dari hasil kualifikasi awal.
Dikutip dari akun sosial Instagram @gpracingindonesia pada Minggu (29/3), Insiden terjadi saat sesi kualifikasi berlangsung di sirkuit Austin, Amerika Serikat.
Marc Marquez yang tengah berusaha mencatatkan waktu terbaik mengalami gangguan dari dua pembalap tersebut. Situasi ini membuatnya kesulitan menjaga ritme dan kecepatan secara maksimal.
Luca Marini terlihat mencoba menyalip Marquez dalam momen krusial. Manuver tersebut justru mengganggu konsentrasi Marquez saat memasuki sektor penting lintasan. Akibatnya, Marquez terpaksa mengurangi kecepatan untuk menghindari risiko lebih besar.
Di saat bersamaan, Marco Bezzecchi berada di belakang Marquez dan dinilai turut menghambat laju pembalap tersebut.
Posisi Bezzecchi yang terlalu dekat membuat ruang gerak Marquez semakin terbatas. Kondisi ini memperburuk situasi yang sudah tidak menguntungkan bagi Marquez.
Pihak penyelenggara akhirnya mengambil keputusan tegas atas insiden tersebut. Bezzecchi dan Marini dinyatakan bersalah karena mengganggu jalannya kualifikasi pembalap lain. Keduanya pun dijatuhi hukuman berupa penurunan dua posisi start.
Keputusan ini berdampak langsung pada susunan grid balapan utama. Penalti tersebut mengubah strategi balap kedua pembalap sejak awal lomba. Sementara itu, insiden ini kembali menegaskan pentingnya sportivitas dalam sesi kualifikasi MotoGP.
Sementara itu, Pembalap Jorge Martin berhasil meraih kemenangan pada sprint MotoGP Amerika Serikat 2026.
Dilansir dari laman Crash pada Minggu (29/3), Kemenangan tersebut diraih setelah ia menyalip Francesco Bagnaia pada lap terakhir. Hasil ini menjadi pencapaian penting bagi Martin bersama Aprilia Racing.
Martin tampil berbeda dengan memilih strategi ban belakang medium. Keputusan ini diambil meskipun bertentangan dengan rekomendasi timnya. Pilihan tersebut terbukti efektif, terutama pada fase akhir balapan.
Pada awal balapan, performa ban medium tidak menunjukkan keunggulan signifikan. Namun, seiring berjalannya waktu, daya cengkeram ban tersebut semakin optimal. Kondisi ini memungkinkan Martin meningkatkan kecepatan dan mengejar posisi terdepan.
Memasuki lap-lap akhir, Martin berhasil memperkecil jarak dengan Bagnaia. Ia kemudian melakukan manuver krusial di tikungan ke-12 pada lap terakhir. Aksi tersebut memastikan dirinya merebut posisi pertama hingga garis finis.
Martin mengaku puas dengan strategi yang ia pilih secara mandiri. Ia menyatakan telah meyakinkan tim untuk menggunakan ban medium sejak sesi latihan. Keputusan tersebut akhirnya terbukti menjadi faktor penentu kemenangan.
Meski meraih kemenangan, Martin mengalami insiden kecil saat selebrasi. Ia terjatuh ketika melakukan aksi wheelie dalam perjalanan kembali ke pit. Beruntung, insiden tersebut tidak menimbulkan cedera serius maupun kerusakan berarti pada motor. (ris/set/jpc)
Editor : Agus Jaka Purnama