Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Persebaya Surabaya Tutup Tribun Utara GBT Sampai Akhir Musim Super League 2025/2026

Agus Jaka Purnama • Jumat, 6 Maret 2026 | 17:10 WIB

Stadion Gelora Bung Tomo yang menjadi home base Persebaya Surabaya
Stadion Gelora Bung Tomo yang menjadi home base Persebaya Surabaya

radarsampitjawapos.com- Keputusan mengejutkan diambil Persebaya Surabaya menjelang fase krusial kompetisi Super League 2025/2026. Manajemen klub resmi menutup Tribun Utara Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) hingga akhir musim setelah insiden yang terjadi pada awal Maret lalu.

Kabar tersebut langsung diumumkan melalui kanal resmi klub dan menjadi perhatian besar di kalangan suporter.

Tribun Utara selama ini dikenal sebagai pusat dukungan paling fanatik bagi Persebaya Surabaya saat bermain di kandang.

Manajemen Persebaya Surabaya menegaskan keputusan tersebut tidak diambil secara sepihak. Klub terlebih dahulu berdiskusi dengan aparat kepolisian dan sejumlah stakeholder demi menjaga keamanan pertandingan.

“Persebaya menutup Tribun Utara Gelora Bung Tomo sampai akhir musim 2025/ 2026. Keputusan tersebut diambil setelah berdiskusi dengan jajaran kepolisian dan stakeholder. Dasarnya adalah marak dan masifnya ujaran kebencian dan penyalaan petasan di Tribun Utara pada Senin lalu, 2 Maret 2026,” tulis Persebaya Surabaya di kanal Instagram resmi mereka.

Insiden yang dimaksud terjadi dalam pertandingan kandang pada awal pekan tersebut. Sejumlah oknum suporter menyalakan petasan dan melontarkan ujaran kebencian yang dinilai mencederai semangat sportivitas sepak bola.

Manajemen klub akhirnya memilih mengambil langkah tegas sebelum masalah semakin meluas. Penutupan tribun dianggap sebagai solusi paling realistis untuk meredam potensi kejadian serupa di sisa musim.

Keputusan ini tentu tidak mudah bagi Persebaya Surabaya. Tribun Utara selama ini menjadi salah satu simbol atmosfer kuat yang membuat Stadion Gelora Bung Tomo selalu terasa intimidatif bagi tim tamu.

Namun klub menilai keselamatan dan kenyamanan seluruh penonton harus menjadi prioritas utama. Suporter di tribun lain juga diharapkan tetap bisa menikmati pertandingan dengan suasana yang aman.

“Demi keamanan dan kenyamanan suporter di dalam stadion, menjaga marwah sepak bola yang menjunjung tinggi sportivitas, saling menghormati, serta kemanusiaan, keputusan untuk menutup Tribun Utara akan mulai diberlakukan pada home game melawan Persita pada 4 April 2026,” tutup pernyataan Persebaya Surabaya.

Artinya, keputusan tersebut baru efektif diterapkan mulai pertandingan kandang berikutnya. Laga melawan Persita Tangerang pada awal April akan menjadi pertandingan pertama tanpa kehadiran penonton di Tribun Utara.

Langkah ini sekaligus menjadi peringatan bagi seluruh suporter agar menjaga perilaku di stadion. Persebaya Surabaya ingin atmosfer dukungan tetap hidup, tetapi tidak melanggar aturan yang berlaku.

Penutupan tribun juga diperkirakan akan memengaruhi atmosfer pertandingan kandang Persebaya Surabaya. Dukungan dari sektor utara biasanya menjadi pemantik semangat bagi pemain di lapangan.

Meski begitu, klub berharap suporter dari tribun lain mampu tetap memberikan dukungan maksimal. Persebaya Surabaya masih membutuhkan energi positif untuk menutup musim dengan hasil terbaik.

Situasi ini juga datang di momen penting bagi tim Green Force. Kompetisi Super League 2025/2026 kini memasuki fase akhir yang sangat menentukan posisi klasemen.

Persebaya Surabaya masih memiliki beberapa laga kandang yang bisa dimanfaatkan untuk mengamankan poin penting. Namun atmosfer stadion tentu akan terasa berbeda tanpa Tribun Utara.

Setidaknya ada empat pertandingan kandang yang tersisa bagi Persebaya Surabaya musim ini. Seluruh laga tersebut akan digelar tanpa penonton di sektor tribun utara stadion.

Pertandingan kandang pertama setelah keputusan ini adalah melawan Persita Tangerang. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 4 April 2026.

Setelah itu Persebaya Surabaya akan kembali bermain di Gelora Bung Tomo menghadapi rival regional. Madura United FC dijadwalkan datang bertandang pada Jumat, 17 April 2026.

Persebaya Surabaya kemudian akan menjamu PSBS Biak pada Sabtu, 2 Mei 2026. Pertandingan itu bisa menjadi momentum penting bagi tim untuk mengamankan poin tambahan di papan klasemen.

Laga kandang terakhir musim ini akan mempertemukan Persebaya Surabaya dengan Persik Kediri pada Sabtu, 23 Mei 2026. Duel melawan Persik berpotensi menjadi pertandingan emosional bagi para suporter. Derby Jawa Timur selalu menghadirkan tensi tinggi dan atmosfer yang berbeda.

Manajemen berharap seluruh pihak menjadikan keputusan ini sebagai momentum introspeksi bersama. Sepak bola tetap harus menjadi ruang hiburan yang aman bagi semua kalangan.

Persebaya Surabaya juga berharap dukungan Bonek tetap hadir dengan cara yang positif dan kreatif. Energi suporter tetap dibutuhkan untuk membawa tim meraih hasil maksimal hingga akhir musim.

Langkah tegas ini menjadi pesan jelas dari manajemen klub. Dukungan fanatik tetap penting, tetapi harus berjalan seiring dengan tanggung jawab di stadion.(riz/ban/jpc)

Editor : Agus Jaka Purnama
#ujaran kebencian #tribun utara #bonek #fanatik #persebaya surabaya #Stadion Gelora Bung Tomo GBT