Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Lindungi Rekening dari Ancaman Kejahatan Digital

Farid Mahliyannor
Penulis: Farid Mahliyannor❯
ilustrasi kejahatan digital
ilustrasi kejahatan digital

Advertisement

 

Radarsampit.jawapos.com - Kemudahan layanan keuangan digital seperti mobile banking, internet banking, dompet digital, hingga pembayaran berbasis QR telah mengubah cara masyarakat bertransaksi. 

Namun, di balik kemudahan tersebut, ancaman kejahatan siber terus berkembang dengan berbagai modus yang semakin canggih dan sulit dikenali.

Advertisement

Pendiri Lembaga Riset Siber Independen Communication and Information System Security Research Center (CISSReC) Pratama Persadha mengatakan pelaku kejahatan kini lebih banyak memanfaatkan kelemahan manusia dibandingkan menyerang sistem teknologi secara langsung.

"Ancaman kejahatan siber juga terus berkembang dengan pola yang semakin kompleks dan sulit dikenali," ujarnya kepada Jawapos.com, pekan lalu.

Advertisement

Menurut Pratama, saat ini terdapat sejumlah modus penipuan digital yang paling sering menargetkan nasabah perbankan. Di antaranya phishing, smishing, vishing, impersonation, hingga penyebaran aplikasi berbahaya.

"Pelaku kejahatan tidak lagi hanya menyerang sistem teknologi, tetapi lebih banyak memanfaatkan kelemahan manusia melalui berbagai teknik manipulasi psikologis atau social engineering," katanya.

Ia menjelaskan, phishing dilakukan melalui tautan palsu yang menyerupai situs resmi bank atau lembaga tertentu untuk mencuri data pengguna. Sementara smishing memanfaatkan pesan singkat yang berisi tautan berbahaya, dan vishing dilakukan melalui panggilan telepon yang mengatasnamakan petugas bank, aparat penegak hukum, maupun instansi pemerintah.

Selain itu, marak pula modus penipuan yang menggunakan aplikasi APK berbahaya yang dikirim melalui aplikasi pesan instan. Ketika aplikasi tersebut dipasang oleh korban, pelaku dapat memperoleh akses ke perangkat, pesan singkat, hingga kode OTP yang digunakan untuk mengotorisasi transaksi keuangan.

Pratama menilai keberhasilan penipuan digital umumnya bukan disebabkan oleh lemahnya teknologi perbankan, melainkan kesalahan pengguna yang dimanfaatkan oleh pelaku.

Advertisement
Editor : Farid Mahliyannor
Sumber : Jawa Pos
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Tekanan Fiskal Meningkat, DPRD Kalteng Minta Pemda Benahi Tata Kelola untuk Dongkrak PAD

Tekanan Fiskal Meningkat, DPRD Kalteng Minta Pemda Benahi Tata Kelola untuk Dongkrak PAD

Bryan Iskandar meminta pemerintah daerah melakukan langkah terukur untuk mengejar proyeksi Pendapatan Asli Daerah (PAD

Anggaran Kalteng Terbatas, DPRD Minta Belanja Daerah Dievaluasi agar Lebih Berdampak ke Masyarakat

Anggaran Kalteng Terbatas, DPRD Minta Belanja Daerah Dievaluasi agar Lebih Berdampak ke Masyarakat

Bryan Iskandar mengingatkan pemerintah daerah untuk memerhatikan struktur kegiatan belanja daerah dengan adanya keterbatasan anggaran

OJK Kejar Target BMKS Beroperasi Awal 2027

OJK Kejar Target BMKS Beroperasi Awal 2027

Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menargetkan operasional Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) pada 1 Januari 2027

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer