Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Pereli Indonesia, Julian Johan Raih 5 Besar dan Juara Iconic Class di Rally Dakar 2026

Agus Jaka Purnama • Senin, 19 Januari 2026 | 22:20 WIB

 

Pereli Indonesia Julian Johan ditemani navigator asal Prancis, Mathieu Monplaisi, saat ajang Rally Dakar 2026
Pereli Indonesia Julian Johan ditemani navigator asal Prancis, Mathieu Monplaisi, saat ajang Rally Dakar 2026

radarsampit.jawapos.com- Pereli Indonesia Julian Johan atau akrab disapa Jejelogy menjalani debut manisnya di ajang Dakar Rally 2026. Berlaga di salah satu kompetisi reli paling ekstrem di dunia, Jeje berhasil finis peringkat kelima overall, meraih posisi ketiga di kelas, sekaligus keluar sebagai juara Iconic Class.

Jeje menjalani 14 hari pertarungan reli di gurun batu dan gurun pasir Arab Saudi, sebelum mampu finis kelima di kategori Dakar Classic dengan perolehan 1.357 poin.

Dalam Rally pada 3–17 Januari 2026 itu, melibatkan 433 kendaraan dari 69 negara. Para peserta harus menuntaskan lintasan sejauh kurang lebih 8.000 kilometer dalam waktu 14 hari, melintasi beragam karakter medan yang menguji ketahanan fisik, keandalan kendaraan, hingga ketepatan strategi tim.

Ajang ini dikenal sebagai salah satu ujian terberat di dunia motorsport. Selain kecepatan, konsistensi dan kemampuan membaca kondisi lintasan menjadi kunci untuk bertahan hingga garis finis. Kesalahan kecil bisa berujung pada kerusakan teknis atau kehilangan waktu yang signifikan.

Pada edisi 2026, rute Dakar membentang dari Al Ula, Riyadh, hingga Wadi Ad Dawasir. Medan yang dihadapi Jeje Logy meliputi gurun pasir terbuka dengan bukit pasir tinggi, jalur berbatu tajam, serta perubahan kontur ekstrem yang menuntut presisi tinggi dalam mengemudi.

 Jeje turun menggunakan Toyota Land Cruiser 100, kendaraan yang dikenal memiliki ketahanan tinggi untuk balapan jarak jauh. Kombinasi antara karakter kendaraan, strategi tim, dan konsistensi mengemudi menjadi faktor penting dalam menjaga performa sepanjang lomba.

Keberhasilan Jeje menjadi juara Iconic Class juga memiliki makna tersendiri. Kelas ini diisi oleh kendaraan dengan karakter klasik dan ikonik yang menuntut pendekatan berbeda dibanding kelas reli modern. Ketahanan mekanis dan strategi perawatan kendaraan menjadi faktor krusial di kelas ini.

Pencapaian tersebut mempertegas reputasi Jeje sebagai pereli yang tidak hanya mengandalkan kecepatan, tetapi juga pemahaman teknis dan konsistensi dalam balapan jarak jauh.

 “Alhamdulillah, dengan niat yang kuat dan kesungguhan untuk terus berusaha mencari jalan, akhirnya hari ini bisa terwujud. Semoga pencapaian ini bisa menjadi inspirasi dan energi positif, khususnya bagi dunia balap dan otomotif Indonesia,” ujar Jeje Logy melalui keterangannya.

Di balik hasil tersebut, Jeje menekankan pentingnya proses panjang yang dijalani, mulai dari persiapan fisik, pemetaan strategi, hingga evaluasi teknis di setiap etape. Tantangan terberat, menurutnya, datang saat melintasi gurun pasir dengan kondisi medan yang sulit diprediksi serta suhu ekstrem yang menguras stamina.

Pengalaman Dakar 2026 menjadi bahan evaluasi penting untuk langkah berikutnya. Meski belum memasang target spesifik untuk Dakar Rally 2027, Jeje membuka peluang kembali turun dengan ambisi meningkatkan hasil dan bersaing di papan atas klasemen overall.(ri/ed/jpc)

 

 

 

 

 

Editor : Agus Jaka Purnama
#Rally Dakar 2026 #arab saudi #pereli #Julian Johan #Toyota Land Cruiser 100 #Debut Manis #Iconic