Dipimpin oleh Lionel Messi dan diperkuat oleh pemain-pemain berbakat lainnya, La Albiceleste berhasil meraih trofi Copa America yang ke-16, menjadikan mereka sebagai negara dengan koleksi trofi juara Copa America terbanyak sepanjang masa. Kemenangan ini juga menjadi penutup yang manis bagi Lionel Messi, yang meski tidak bisa menyelesaikan laga karena cedera, tetap menjadi inspirasi bagi rekan-rekannya di lapangan.
Selain itu kemenangan ini juga menambah catatan prestasi Messi bersama tim nasional Argentina. Kini, La Pulga (julukan Messi) memiliki tiga trofi major bersama timnas, yakni dua gelar Copa America (2021 dan 2024) dan satu gelar Piala Dunia (2022). Prestasi ini semakin mengukuhkan status Messi sebagai salah satu pemain terbaik dalam sejarah sepak bola dunia.
Final Copa America 2024 ini juga menjadi salah satu momen tak terlupakan dalam karier para pemain Argentina, terutama bagi Di Maria yang baru saja mengumumkan pensiunnya dari sepak bola internasional. Penampilan impresif dan determinasi tinggi dari para pemain Argentina, termasuk performa solid dari Emi Martinez di bawah mistar gawang, menjadi faktor kunci dalam kemenangan mereka.
Sementara Spanyol berhak menjadi wakil UEFA dalam Finalissima 2025 setelah memenangi Euro 2024. La Furia Roja mengalahkan Inggris di final dengan skor 2-1, sekaligus menjadi gelar Piala Eropa keempat mereka sepanjang sejarah.
Oleh sebab itu, Finalissima 2025 benar-benar menjadi pertemuan dua tim terbaik Eropa dan Amerika Selatan. Pasalnya, keduanya merupakan negara dengan koleksi gelar konfederasi terbanyak, yakni empat Piala Eropa untuk Spanyol, dan 16 Copa America untuk Argentina.
Argentina merupakan juara bertahan Finalissima. Pada edisi 2022, Lionel Messi dan kawan-kawan berhasil mengalahkan Italia dengan skor 3-0 di Stadion Wembley, Inggris. Di edisi keempat yang berpotensi digelar pada 2025, La Albiceleste bakal menghadapi Spanyol.
Finalissima 2025 kemungkinan besar akan digelar di Amerika Serikat sebagai persiapan untuk Piala Dunia 2026 yang akan diselenggarakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Namun, negara lain juga bisa menjadi alternatif karena pada periode Juni-Juli 2025 terdapat turnamen Piala Dunia Antarklub di Amerika Serikat dengan format baru.
Sejauh ini Argentina memiliki gelar Finalissima terbanyak dalam tiga edisi yang sudah digelar. La Albiceleste tercatat sukses meraih gelar pada 1993 dan 2022. Sementara itu, Prancis menjadi satu-satunya negara Eropa yang berhasil memenangi turnamen yang mempertemukan juara Euro dan Copa America tersebut.
Finalissima bukanlah turnamen rutin yang digelar setelah Euro dan Copa America. Edisi pertama berlangsung pada 1985. Setelah itu, edisi kedua baru digelar lagi pada 1993, atau setelah delapan tahun. Bahkan, kemudian jarak antara edisi kedua dan ketiga mencapai 29 tahun.(ey/jpc)
Editor : Agus Jaka Purnama