JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Keluhan mengenai dugaan pencatutan data anak untuk pendaftaran Data Pokok Pendidikan (Dapodik) ramai diperbincangkan di media sosial Threads.
Sejumlah orang tua mengaku terkejut setelah mendapati nama anak mereka tercatat sebagai peserta didik di sekolah yang tidak pernah diikuti.
Temuan tersebut memicu kekhawatiran terkait keamanan data peserta didik serta proses pendataan di satuan pendidikan. Banyak orang tua baru mengetahui hal itu setelah memeriksa data anak melalui situs resmi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Salah satu pengguna Threads, @lellyndani, mengaku mengetahui persoalan tersebut setelah membaca unggahan warganet lain yang mengalami kasus serupa. Saat memeriksa data anaknya, ia mendapati nama sang anak telah terdaftar di Dapodik pada sekolah yang tidak pernah dimasuki.
Ia menjelaskan, anaknya sempat mengikuti kegiatan mengaji di sebuah Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) yang berada dalam satu kompleks dengan Raudhatul Athfal (RA). Saat itu, pihak TPQ meminta fotokopi Kartu Keluarga (KK).
"Pas aku cek data anakku, ternyata anakku juga sudah terdaftar Dapodik di sekolah yang enggak dia tempati," tulisnya.
Menurut pengakuannya, pihak guru mengaji menjelaskan bahwa data murid memang didaftarkan ke Dapodik. Namun, ia mempertanyakan apakah langkah tersebut diperbolehkan, mengingat anaknya kini bersekolah di TK A, sementara data Dapodik masih tercatat di lembaga lain.
Keluhan serupa juga disampaikan akun @alwyanipb. Ia mengatakan anaknya juga tercatat sebagai peserta didik di sekolah yang berbeda.
Dalam unggahannya, ia menyarankan orang tua segera menghubungi sekolah atau lembaga pendidikan yang tercantum dalam Dapodik untuk meminta data anak dikeluarkan apabila memang tidak pernah bersekolah di sana.
Alternatif lainnya, orang tua dapat meminta bantuan sekolah tempat anak saat ini belajar agar proses pembaruan data dilakukan melalui mekanisme resmi.
Sementara itu, akun @7jeyo mengaku terkejut setelah mendapati nama anaknya tercatat di sebuah Kelompok Bermain (Kober) yang tidak dikenalnya.
"Anakku baru masuk TK A, dan ini bukan nama TK-nya. Kira-kira aku harus apa ya?" tulisnya.
Menanggapi ramainya keluhan tersebut, Kepala Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat Kemendikdasmen, Yudhistira Nugraha, mengatakan pihaknya tengah berkoordinasi dengan Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) untuk menelusuri persoalan tersebut.
"Kami sampaikan ke Tim Pusdatin ya dan akan kami sampaikan statement terkait di atas," ujarnya saat dikonfirmasi.
Hingga kini, Kemendikdasmen belum memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai dugaan pencatutan data tersebut maupun penyebab munculnya nama peserta didik di sekolah yang tidak pernah diikuti. (jpg)
Editor : Slamet Harmoko