Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Bupati dan Sekda Kuansing Serahkan Diri ke Gedung KPK Usai OTT Dugaan Suap Jual Beli Jabatan

Slamet Harmoko • Rabu, 1 Juli 2026 | 10:52 WIB
Pintu ruangan kantor Bupati Kuantan Singingi Suhardiman Amby yang tersegel di Teluk Kuantan, Selasa (30/6/2026). (ANTARA).
Pintu ruangan kantor Bupati Kuantan Singingi Suhardiman Amby yang tersegel di Teluk Kuantan, Selasa (30/6/2026). (ANTARA).

JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Suhardiman Amby, bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kuansing, Zulkarnaen, menyerahkan diri ke Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (30/6) malam.

Keduanya datang setelah KPK menggelar operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuansing.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, Suhardiman dan Zulkarnaen tiba di Gedung Merah Putih KPK sekitar pukul 21.17 WIB untuk menjalani pemeriksaan.

"Per malam ini, Bupati dan Sekda Kuansing menyerahkan diri. Tiba di Merah Putih sekitar pukul 21.17 WIB," ujar Budi kepada wartawan.

Setibanya di KPK, keduanya langsung menjalani pemeriksaan intensif oleh tim penindakan guna mendalami keterlibatan dalam perkara yang tengah diusut.

"Saat ini, keduanya langsung menjalani pemeriksaan intensif," katanya.

Sebelumnya, tim penindakan KPK menggelar operasi tangkap tangan di Kabupaten Kuantan Singingi dan Jakarta pada Senin (29/6). Dalam operasi tersebut, penyidik mengamankan 10 orang.

Menurut Budi, sembilan orang diamankan di wilayah Kuantan Singingi, sedangkan satu orang lainnya diamankan di Jakarta.

"Dalam peristiwa tangkap tangan tersebut, tim penyelidik mengamankan sejumlah 10 orang. Sembilan orang di antaranya diamankan di wilayah Kuantan Singingi dan satu orang lainnya diamankan di wilayah Jakarta," jelasnya.

Selain mengamankan sejumlah pihak, penyidik turut menyita sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan perkara.

Barang bukti tersebut berupa perangkat elektronik yang diduga berisi jejak transaksi keuangan, serta satu unit mobil yang diduga digunakan dalam praktik suap.

KPK menyatakan operasi senyap tersebut berkaitan dengan dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi.

"Penyidikan masih terus berlangsung. Tertangkap tangan ini terkait suap jabatan," pungkas Budi.

Hingga berita ini ditulis, KPK masih melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang diamankan dan belum mengumumkan secara resmi status hukum para pihak maupun konstruksi lengkap perkara tersebut. (jpg)

Editor : Slamet Harmoko
#Pemkab Kuansing #Bupati Kuansing #Sekda Kuansing