Radarsampit.jawapos.com - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyatakan pemerintah akan menaikkan harga eceran tertinggi (HET) untuk minyak goreng rakyat atau MinyaKita dalam dua minggu kedepan.
"Kita menyepakati akan menaikkan harga eceran tertinggi untuk Minyakita," ujar Budi usai rapat koordinasi tingkat menteri bidang pangan di kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag), pekan lalu.
Terkait HET terbaru MinyaKita, Budi menyebut belum ada kesepakatan yang dicapai. Menurutnya, penetapan harga terbaru MinyaKita masih akan dibahas lebih lanjut antar kementerian dan lembaga.
Baca Juga: Kotim Perkuat Pembangunan Responsif Gender Demi Pemerataan Kesejahteraan
Budi menyampaikan keputusan pemerintah untuk menaikkan HET MinyaKita dipertimbangkan berdasarkan perkembangan harga minyak kelapa sawit atau crude palm oil yang sempat mengalami kenaikan.
Tak hanya itu, Kemendag juga masih mengamati harga tandan buah segar (TBS) yang sempat mengalami penurunan. Menurutnya, HET baru bisa ditetapkan setelah harga CPO dan TBS cukup stabil.
"Jadi, kita akan melihat harganya stabil ya, setelah itu baru ditetapkan berapa angka untuk kenaikan harga eceran tertinggi untuk MinyaKita," katanya, dikutip Senin (8/6/2026) tadi.
Baca Juga: Kotim Sukses Besar! Program Akseptor KB Lampaui Target, Ini Faktor Pendukungnya.
Budi menargetkan HET MinyaKita yang baru dapat ditetapkan dalam waktu 1-2 minggu ke depan.
Saat ini HET MinyaKita ditetapkan sebesar Rp15.700 per liter. Penyesuaian HET mendatang murni didorong oleh faktor kenaikan harga bahan baku CPO dan biaya produksi yang mempengaruhi perhitungan keekonomian produk minyak goreng rakyat tersebut.
Selain itu, penyesuaian dilakukan mengingat HET MinyaKita telah berlaku lebih dari tiga tahun atau sejak 2024. (jpg)
Editor : Farid Mahliyannor