Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Jejak Pengabdian Ryamizard Dikenang TNI AD, Bantuk Pasukan Elite Taipur Kostrad

Slamet Harmoko • Senin, 1 Juni 2026 | 08:56 WIB
Saat Prabowo Subianto menjabat Menteri Pertahanan bersama pejabat lama Ryamizard Ryacudu saat acara serah terima jabatan di gedung Kementerian Pertahanan, Jakarta, Kamis (24/10/2019). (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
Saat Prabowo Subianto menjabat Menteri Pertahanan bersama pejabat lama Ryamizard Ryacudu saat acara serah terima jabatan di gedung Kementerian Pertahanan, Jakarta, Kamis (24/10/2019). (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

JAKARTA – Kepergian Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar TNI Angkatan Darat.

Selain dikenal sebagai mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) dan Menteri Pertahanan, Ryamizard juga dikenang sebagai sosok yang menggagas pembentukan Batalyon Intai Tempur (Taipur) Kostrad, satuan elite yang hingga kini menjadi kebanggaan TNI AD.

Ryamizard Ryacudu mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Minggu siang (31/5/2026). Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi TNI Angkatan Darat dan bangsa Indonesia.

Salah satu warisan penting yang ditinggalkannya dalam dunia militer adalah pembentukan Batalyon Intai Tempur (Taipur) Kostrad pada 2001 saat menjabat sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad).

Pembentukan satuan tersebut dilatarbelakangi keinginannya agar Kostrad memiliki pasukan kecil dengan kemampuan khusus yang mampu menjalankan berbagai operasi tempur di medan yang beragam.

Personel Taipur direkrut dari berbagai satuan di lingkungan Kostrad dan menjalani pelatihan khusus untuk membentuk prajurit yang memiliki kemampuan pengintaian, infiltrasi, serta operasi tempur berisiko tinggi.

Dalam pernyataan resminya, TNI AD menyebut Ryamizard sebagai sosok yang mendedikasikan hidupnya untuk bangsa dan negara melalui berbagai penugasan strategis, baik di lingkungan militer maupun pemerintahan.

Ryamizard lahir di Palembang pada 21 April 1950 dan merupakan putra Brigjen TNI Musannif Ryacudu. Semangat pengabdian yang diwariskan sang ayah menjadi fondasi perjalanan karier militernya sejak lulus dari Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri).

Kariernya terus menanjak hingga dipercaya menduduki jabatan Kepala Staf Angkatan Darat pada periode 2002–2005.

"Puncak pengabdiannya di lingkungan Angkatan Darat ditandai saat dirinya menerima amanah sebagai Kepala Staf Angkatan Darat periode 2002–2005. Di bawah kepemimpinannya, TNI AD terus memperkuat profesionalisme, disiplin, dan kesiapan satuan dalam menjaga kedaulatan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," demikian keterangan resmi TNI AD.

Setelah menyelesaikan pengabdian di dunia militer, Ryamizard kembali mendapat kepercayaan untuk mengemban tugas sebagai Menteri Pertahanan pada masa pemerintahan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, periode 2014–2019.

Selama menjabat, ia berperan aktif dalam penguatan sistem pertahanan negara serta mendorong peningkatan kapasitas pertahanan nasional di berbagai sektor.

Bagi prajurit TNI AD, Ryamizard dikenal sebagai pemimpin yang tegas, berani, sederhana, dan memiliki komitmen kuat terhadap kepentingan bangsa dan negara.

"Keteladanan, integritas, serta semangat pengabdiannya akan senantiasa menjadi inspirasi bagi generasi penerus prajurit Angkatan Darat," tulis TNI AD.

Atas wafatnya Ryamizard, TNI AD turut mendoakan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan.

Jejak pengabdian Ryamizard, baik sebagai prajurit, KSAD, Menteri Pertahanan, maupun penggagas pasukan elite Taipur Kostrad, dipastikan akan terus tercatat dalam sejarah perjalanan TNI Angkatan Darat dan bangsa Indonesia. (*/jpg)

Editor : Slamet Harmoko
#Mantan Menhan #Batalyon Taipur Kostrad #Ryamizard Ryacudu Meninggal