JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Delapan penambang emas dilaporkan tewas diduga dibantai kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap XVI Yahukimo di Distrik Korowai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Infanteri M. Wirya Arthadiguna, mengatakan pihaknya telah menyiapkan personel gabungan dan dukungan helikopter untuk mempercepat proses evakuasi korban sekaligus melakukan pengejaran terhadap pelaku.
“Sebagai tindak lanjut, Koops TNI Habema telah menyiapkan personel dan dukungan pesawat helikopter untuk mempercepat proses evakuasi korban dari lokasi kejadian. Selain itu, aparat keamanan juga akan melakukan pengejaran terhadap para pelaku,” kata Wirya, Kamis pagi (21/5).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa berdarah itu terjadi pada Rabu (20/5). Kelompok TPNPB-OPM Kodap XVI Yahukimo yang dipimpin Mayor Kopitua Heluka bersama pasukan Batalyon Yamue di bawah komando Mayor Dejang Heluka diduga menyerang para pendulang emas di wilayah Korowai.
Kelompok tersebut menuding para korban sebagai aparat keamanan yang menyamar. Namun, TNI menegaskan seluruh korban merupakan warga sipil.
“Delapan orang tersebut bukan aparat keamanan seperti yang dituduhkan kelompok OPM Kodap XVI Yahukimo, melainkan warga sipil yang sedang melakukan aktivitas pendulangan emas di wilayah tersebut,” tegas Wirya.
Koops TNI Habema juga mengutuk keras aksi pembunuhan tersebut dan menilai tindakan itu sebagai pelanggaran hukum dan hak asasi manusia.
“TNI akan melakukan pengejaran terhadap para pelaku serta terus meningkatkan keamanan di wilayah Yahukimo,” ujarnya.
Saat ini, proses persiapan evakuasi masih terus dilakukan menggunakan armada helikopter karena lokasi kejadian berada di wilayah pedalaman yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Pasca-insiden tersebut, situasi keamanan di wilayah Yahukimo dilaporkan rawan, namun masih terkendali. Aparat juga meningkatkan patroli keamanan guna memberikan perlindungan kepada masyarakat sipil di wilayah terdampak. (jpg)
Editor : Slamet Harmoko