Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Menteri PU Pulangkan ASN dari Jepang dan London, Diduga Terlibat Suap hingga Hina Program MBG

Slamet Harmoko • Minggu, 17 Mei 2026 | 08:44 WIB

 

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo

Radarsampit.jawapos.com - Dody Hanggodo memanggil pulang dua aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Pekerjaan Umum yang tengah menempuh pendidikan di luar negeri, masing-masing di Jepang dan London, Inggris.

Keduanya diduga terlibat persoalan etik berbeda, mulai dari dugaan suap hingga aksi flexing dan penghinaan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dody menjelaskan, ASN yang berada di Jepang dipanggil pulang karena adanya laporan dugaan suap yang kini telah masuk proses aparat penegak hukum.

“Memang ada dua ASN yang kita panggil pulang. Satu terkait masalah suap ya. Ada laporan macam-macamlah. Kita panggil pulang. Itu yang di Jepang, yang baru kita panggil pulang,” ujar Dody kepada wartawan di Desa Candisayan, Kecamatan Kretek, Kabupaten Wonosobo, Jumat (15/5/2026).

Sementara itu, ASN yang tengah menempuh pendidikan di London dipanggil karena diduga melakukan flexing di media sosial hingga menghina program prioritas pemerintah, yakni MBG.

“Masalah etik, sering flexing, terus sampai menghina program prioritas pemerintah namanya MBG. Jadi saya pikir perilaku-perilaku seperti ini enggak bolehlah,” katanya.

Dody menegaskan, kasus dugaan suap tersebut masih dalam tahap awal dan belum ada keputusan hukum tetap. Namun ASN terkait telah dipanggil oleh aparat penegak hukum.

“Oh iya iya, masih dugaan, masih dugaan. Yang flexing itu sudah ada buktinya, tinggal kita kemudian mengonfirmasi dan menjatuhkan hukuman,” ucapnya.

Ia menyebut kedua ASN tersebut masih berstatus pegawai aktif Kementerian PU. Salah satunya berasal dari Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dan satu lainnya dari Direktorat Jenderal Bina Marga.

Menurut Dody, keduanya juga merupakan penerima beasiswa negara, masing-masing melalui program LPDP dan JICA.

Proses pemeriksaan terhadap keduanya dijadwalkan dilakukan dalam waktu dekat oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian PU.

“Keduanya kita panggil pulang, mungkin nanti Senin-Selasa kita proses,” ujarnya.

Pasca kasus tersebut, Dody mengaku telah meminta Kepala BPSDM Kementerian PU untuk mengingatkan seluruh penerima beasiswa agar menjaga perilaku selama menjalani pendidikan di luar negeri.

Ia menegaskan ASN harus menjaga etika dan hidup sederhana karena status mereka sebagai pelayan masyarakat.

“Kalau mau sok-sokan boleh, saya enggak larang. Cuma jangan jadi ASN. ASN itu dikasih makan oleh masyarakat. Kalau begitu pasti akan melukai hati masyarakat, terutama yang menengah ke bawah,” tandasnya. (jpg)

Editor : Slamet Harmoko
#Hina MBG #Menteri PU #menteri #asn