Radarsampit.jawapos.com - Program biodiesel B50 semakin mendekati tahap implementasi. Pemerintah menargetkan bahan bakar campuran ini resmi menggantikan solar mulai Juli 2026, seiring progres uji coba yang kini hampir rampung.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan uji jalan B50 untuk sektor otomotif akan selesai pada Mei 2026. Setelah itu, tahap berikutnya adalah pemeriksaan menyeluruh pada mesin kendaraan.
Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, menyebut seluruh pengujian kendaraan ditargetkan tuntas dalam waktu dekat.
“Jadi, kami akan selesai (uji jalan) nanti di Mei. Mei semua yang otomotif,” ujarnya.
Uji coba ini melibatkan sembilan unit kendaraan dari berbagai pabrikan, baik Jepang maupun Eropa. Kendaraan tersebut terdiri dari mobil penumpang dan kendaraan niaga berat seperti truk dan bus.
Empat unit mewakili kendaraan ringan dengan kapasitas di bawah 3,5 ton, sementara lima unit lainnya merupakan kendaraan berat dengan kapasitas di atas 3,5 ton.
Hingga saat ini, tiga unit kendaraan berat dilaporkan telah menuntaskan uji jalan sejauh 40 ribu kilometer. Sementara kendaraan lainnya masih dalam proses, dengan target jarak tempuh hingga 50 ribu kilometer untuk mobil penumpang.
“Setelah selesai 50 ribu km, nanti ada tugas untuk mengecek semua engine (mesin),” jelasnya.
Hasil sementara menunjukkan performa B50 cukup menjanjikan. Dari sisi kualitas, bahan bakar ini bahkan dinilai lebih baik dalam hal kadar air.
“Kadar airnya 208,81 ppm, di bawah batas maksimal 300 ppm. Artinya lebih bagus,” ungkap Eniya.
Secara ekonomi, implementasi B50 diproyeksikan mampu menghemat devisa negara hingga Rp157,28 triliun. Selain itu, kebijakan ini juga berpotensi menyerap lebih dari 2,2 juta tenaga kerja.
Dari sisi lingkungan, penggunaan B50 ditargetkan mampu menekan emisi gas rumah kaca hingga 46,72 juta ton CO2 pada 2026.
Sementara itu, realisasi penyaluran biodiesel nasional hingga pertengahan April 2026 telah mencapai 3,90 juta kiloliter atau sekitar 24,9 persen dari total alokasi tahun ini sebesar 15,65 juta kiloliter.
Dengan capaian tersebut, pemerintah optimistis B50 akan menjadi tonggak penting dalam upaya menuju kemandirian energi sekaligus mempercepat transisi ke energi yang lebih bersih dan berkelanjutan. (rsb/jpg)
Editor : Slamet Harmoko