Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Basarnas Ungkap Detik-Detik Jatuhnya Helikopter PK-CFX di Sekadau

Slamet Harmoko • Jumat, 17 April 2026 | 16:30 WIB
Ilustrasi Helikopter PK-CFX
Ilustrasi Helikopter PK-CFX

Radarsampit.jawapos.com - Basarnas mengungkap detik-detik jatuhnya Helikopter Airbus H130 dengan nomor registrasi PK-CFX di wilayah Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat (Kalbar) pada Kamis pagi (16/4).

Informasi yang diterima oleh Basarnas, helikopter tersebut terbang dari area Perkebunan PT Citra Mahkota di Kecamatan Menukung, Kabupaten Melawi, Kalbar.

Menurut Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, helikopter yang take off pukul 08.34 WIB itu bertolak menuju Kabupaten Kubu Raya dengan membawa 6 orang penumpang dan 2 orang kru.

Sehingga total jumlah personel on board sebanyak 8 orang. Namun, hanya berselang 5 menit setelah take off, AirNav kehilangan kontak dengan helikopter tersebut.

”Berdasarkan informasi dari AirNav, pesawat tersebut hilang kontak pada pukul 08.39 WIB, 5 menit setelah take off,” ucap Syafii dalam keterangan resmi dikutip pada Jumat (17/4).

Tidak hanya hilang kontak, AirNav melaporkan bahwa helikopter itu juga menghilang dari pantauan radar. Sekitar pukul 09.15 WIB, Basarnas Command Center mendeteksi sinyal darurat dan menangkap pancaran sinyal emergency locator transmitter atau ELT dari helikopter itu.

Titik koordinat menunjukkan helikopter tersebut berada pada 0°12'0.00"S-110°44'0.00"E.

Setelah diperiksa, lokasi tersebut masuk wilayah Desa Tapang, Kecamatan Nanga Taman. Lokasinya berada pada jarak 81,5 nautical mile dari Bandara Supadio dan sejauh lebih kurang 55 nautical mile dari Pos SAR Sintang. Syafii menyebutkan bahwa Pos SAR Sintang adalah pos milik Basarnas yang paling dekat dengan lokasi tersebut.

Selanjutnya Basarnas langsung menggerakan Tim Rescue dari Pos SAR Sintang pada pukul 11.00 WIB. Tim tersebut kemudian bergerak bersama dalam satu regu Tim SAR Gabungan yang terdiri atas Basarnas, TNI, Polri, BPBD, perangkat desa, masyarakat, dan potensi SAR lainnya. Mereka langsung bergerak untuk menuju titik koordinat sebagaimana dipancarkan oleh ELT.

”Kondisi medan lokasi jatuh atau hilang kontak helikopter berada di kawasan hutan rimbun dengan topografi perbukitan terjal,” ucap Syafii.

Selain tim darat, juga dikerahkan tim udara untuk mencari dan menemukan helikopter tersebut dengan menggunakan Helikopter Super Puma milik TNI AU.

Helikopter itu terbang mulai pukul 13.10 WIB dari Lanud TNI AU Supadio. Pada pukul 15.25 WIB, Helikopter Super Puma TNI AU kembali ke Lanud TNI AU Supadio dengan membawa informasi penting.

”Hasil pemantauan ditemukan serpihan yang diduga ekor pesawat Helikopter Airbus H130 PK-CFX pada jarak kurang lebih 3 kilometer ke arah barat dari titik awal hilang kontak,” terang Syafii. (jpg)

Editor : Slamet Harmoko
#Helikopter Airbus H130 #Helikopter PK-CFX #helikopter jatuh