Pernikahan Berujung Duka, Ayah Pengantin Tewas Dikeroyok Gara-Gara Tolak Jatah Preman Kampung

Farid Mahliyannor • Dipublikasikan Selasa, 7 April 2026 | 22:16 WIB
ilustrasi pengeroyokan
ilustrasi pengeroyokan

 

Radarsampit.jawapos.com - Hari yang seharusnya penuh dengan tawa dan dekorasi bunga di Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Purwakarta, berubah menjadi duka yang memilukan.

 Seorang pria bernama Dadang, yang tengah merayakan hari pernikahan buah hatinya pada Sabtu (4/4/2026), harus meregang nyawa setelah menjadi korban kebiadaban sekelompok oknum preman.

Tragedi ini bermula saat acara resepsi pernikahan sedang berlangsung dengan khidmat. Di tengah keriuhan tamu undangan, sejumlah pria yang diduga merupakan preman setempat mendatangi lokasi acara.

Baca Juga: Sopir Kayu Ilegal di Kotim Dituntut Penjara 1,5 Tahun

Kedatangan mereka bertujuan untuk meminta "uang keamanan" atau jatah preman agar acara pernikahan tersebut berjalan tanpa gangguan.

Berdasarkan keterangan saksi mata, Dadang sebenarnya telah menunjukkan iktikad baik dengan memberikan uang sebesar Rp100.000.

 Namun, nominal tersebut rupanya tidak membuat para pelaku puas. Mereka justru menuntut uang sebesar Rp500.000 sembari melontarkan kata-kata kasar dan intimidasi kepada tuan rumah.

Baca Juga: Pengedar Sabu Kota Besi Dibekuk Polisi

Penolakan Dadang terhadap permintaan tambahan yang tidak masuk akal tersebut memicu amarah para pelaku. Ketegangan verbal dengan cepat berubah menjadi aksi kekerasan fisik.

Di hadapan para tamu undangan yang histeris, kelompok preman tersebut secara membabi buta mengeroyok korban.

Dadang yang tidak siap menghadapi serangan tersebut mengalami luka serius di bagian vital. Meski sempat dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat oleh pihak keluarga dan warga, luka-luka yang diderita korban terlalu parah.

Baca Juga: Polisi Selidiki Penyebab Hendri Nekat Gantung Diri

Ayah sang pengantin tersebut dinyatakan meninggal dunia, meninggalkan duka mendalam bagi pasangan mempelai yang masih mengenakan baju pelaminan.

Pihak Kepolisian Resor (Polres) Purwakarta segera bergerak cepat mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan saksi.

 Kabar terbaru menyebutkan bahwa salah satu pelaku pengeroyokan telah menyerahkan diri ke pihak kepolisian tak lama setelah kejadian karena merasa terdesak oleh kejaran massa dan petugas.

Baca Juga: KPK Usut Dugaan Korupsi Cukai Rokok

Namun, aparat kepolisian menegaskan bahwa kasus ini belum selesai. Sejumlah pelaku lainnya yang terlibat dalam aksi pengeroyokan tersebut dilaporkan telah melarikan diri dan kini masuk dalam daftar pengejaran tim buser.

"Kami tidak akan menoleransi aksi premanisme dalam bentuk apa pun, apalagi yang sampai menghilangkan nyawa orang lain. Tim sedang di lapangan untuk memburu pelaku lainnya," tegas perwakilan kepolisian setempat.

Kini, lokasi pernikahan yang semula dihiasi janur kuning tersebut terpasang garis polisi. Kasus ini menjadi sorotan publik sekaligus peringatan keras akan urgensi pemberantasan pungutan liar dan premanisme yang masih meresahkan masyarakat di tingkat akar rumput. (jpg)

Editor : Farid Mahliyannor
tewas preman pengeroyokan penganiayaan