Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

3 Prajurit TNI Gugur, Indonesia Desak PBB Usut Tuntas Serangan Israel di Lebanon

Slamet Harmoko • Jumat, 3 April 2026 | 08:47 WIB
Anggota penjaga perdamaian Indonesia yang tergabung dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) mengikuti upacara di markas mereka di Lebanon selatan pada 2022 (SCMP)
Anggota penjaga perdamaian Indonesia yang tergabung dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) mengikuti upacara di markas mereka di Lebanon selatan pada 2022 (SCMP)

 

JAKARTA, radarsampit.jawapos.com - Perwakilan Tetap RI untuk PBB Umar Hadi menuntut pihak PBB melakukan penyelidikan yang cepat, menyeluruh, dan transparan terkait serangan Israel di Lebanon selatan yang menewaskan tiga prajurit Indonesia dalam misi UNIFIL akhir Maret 2026.

Pemerintah Indonesia juga meminta Dewan Keamanan memantau dan menindaklanjuti hasil penyelidikan secara tegas, serta menuntut pertanggungjawaban hukum para pelaku tanpa pemberian kekebalan dalam kasus serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian tersebut.

Berbicara dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB tentang Situasi di Timur Tengah, Selasa, Umar mengutuk keras serangan terhadap pasukan UNIFIL pada 29 dan 30 Maret 2026.

 

Indonesia turut mendesak semua pihak, termasuk Israel, menghentikan agresi serta mematuhi hukum internasional, guna menjamin keselamatan personel dan perlindungan aset milik Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Umar menegaskan keselamatan pasukan penjaga perdamaian harus menjadi prioritas utama, termasuk melalui langkah darurat guna memperkuat perlindungan personel, di tengah meningkatnya eskalasi konflik di lapangan.

Langkah tersebut meliputi peninjauan ulang protokol keamanan hingga pengaktifan rencana evakuasi yang disesuaikan dengan perkembangan situasi di Lebanon selatan.

Indonesia juga meminta Dewan Keamanan menegaskan kembali prinsip perlindungan pasukan penjaga perdamaian serta mengambil langkah konkret guna mencegah serangan lanjutan.

Dalam kesempatan itu, Umar menyampaikan bahwa Indonesia bersama Prancis turut meminta digelarnya pertemuan Dewan Keamanan sebagai bentuk komitmen jangka panjang terhadap operasi penjaga perdamaian PBB sejak 1957.

Ia juga menyampaikan duka mendalam sekaligus kecaman atas serangan yang menewaskan tiga prajurit TNI tersebut, serta mengapresiasi solidaritas yang diberikan oleh anggota Dewan Keamanan dan komunitas internasional. 

Ia memberikan penghormatan kepada Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar (33), Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan (25), dan Prajurit Kepala Fahrizal Rhomadhon (27) yang gugur dalam tugas.

Fahrizal gugur di pos UNIFIL di Adchit Al Qusayr, sementara Zulmi dan Muhammad tewas dalam serangan terhadap konvoi logistik di Bani Hayyan.

Indonesia menilai serangan tersebut tidak dapat diterima dan menjadi kehilangan besar bagi Indonesia, PBB, serta komunitas internasional yang menjunjung tinggi perdamaian.

Selain korban jiwa, lima personel lainnya mengalami luka, yakni Kapten Sultan Wirdean Maulana, Kopral Rico Pramudia, Kopral Arif Kurniawan, Kopral Bayu Prakoso, dan Kadet Prajurit Deni Rianto.

“Para penjaga perdamaian ini gugur dan terluka saat menjalankan mandat Dewan Keamanan,” ujar Umar dilansir dari Antara, Rabu (1/4).

Indonesia mendesak pemulangan jenazah dilakukan secara cepat, aman, dan bermartabat, serta meminta perawatan optimal bagi personel yang terluka agar segera pulih sepenuhnya.

Ia menolak anggapan bahwa korban berada di zona perang aktif, seraya menekankan pentingnya mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab atas eskalasi konflik tersebut.

Menurut Umar, ketegangan di Lebanon selatan dipicu serangan berulang militer Israel yang melanggar kedaulatan serta integritas wilayah Lebanon.

Indonesia menilai peningkatan serangan terhadap UNIFIL dalam beberapa pekan terakhir merupakan pola sistematis untuk melemahkan mandat Resolusi 1701.

Serangan tersebut menjadi ancaman serius bagi perdamaian global dan berpotensi dikategorikan sebagai kejahatan perang berdasarkan hukum internasional, katanya. (jpg)

Editor : Slamet Harmoko
#Pasukan UNIFIL #Tentara Indonesia #Umar Hadi #gugur #Israel