Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei Gugur Dalam Serangan Militer Israel dan AS

Agus Jaka Purnama • Minggu, 1 Maret 2026 | 15:55 WIB

Ali Khamenei,  dan komplek kediamannya di Teheran setelah terkena bom dari pihak Israel, Sabtu (28/2) waktu setempat
Ali Khamenei, dan komplek kediamannya di Teheran setelah terkena bom dari pihak Israel, Sabtu (28/2) waktu setempat

radarsampitjawapos.com- Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan meninggal dunia setelah adanya serangan militer dari Israel dengan dukungan Amerika Serikat di Teheran, Sabtu (28/2) waktu setempat.

Pemerintah Iran pun telah mengonfirmasi kematian tokoh penting tersebut dan menetapkan masa berkabung nasional.Media penyiaran negara Iran, Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB), melaporkan bahwa Khamenei telah meninggal dunia dan disebut mencapai syahid.

Informasi tersebut juga diperkuat oleh sejumlah kantor berita internasional dan regional.Sejumlah media seperti Al Jazeera, serta kantor berita Tasnim dan Fars turut mengonfirmasi, Khamenei tewas akibat serangan militer.

Kompleks kediaman Khamenei disebut menjadi target utama dan dihantam puluhan bom. Media Iran juga menyebut sejumlah anggota keluarga Khamenei turut menjadi korban dalam serangan tersebut.

Menindaklanjuti peristiwa tersebut, pemerintah Iran melalui kantor berita Fars mengumumkan masa berkabung nasional selama 40 hari.Selain itu, ditetapkan pula tujuh hari libur nasional sebagai bentuk penghormatan.

Ali Khamenei, merupakan sosok yang telah lama memimpin Republik Islam Iran, dan meninggalkan jejak panjang dalam sejarah politik dunia.

Ali Khamenei lahir di kota Mashhad pada 19 April 1939 dari keluarga ulama sederhana. Sejak kecil, ia telah mendapatkan pendidikan agama yang kuat.

Pendidikan awalnya dimulai di sekolah tradisional (maktab) untuk mempelajari dasar-dasar agama dan Alquran, sebelum melanjutkan ke pendidikan Islam yang lebih tinggi di kota kelahirannya.

Dalam perjalanan intelektualnya, Ali Khamenei mendalami berbagai bidang keilmuan seperti filsafat, logika, dan hukum Islam di bawah bimbingan para ulama terkemuka.Ketertarikannya pada isu sosial dan politik sudah terlihat sejak usia muda, terutama saat ia mulai terlibat dalam gerakan keagamaan yang menentang pemerintahan Shah.

Pada awal 1960-an, Ali Khamenei bergabung dengan gerakan revolusioner yang dipimpin oleh Ruhollah Khomeini. Ali Khamenei juga aktif dalam perjuangan melawan rezim yang saat itu dinilai dekat dengan kepentingan barat.

Namun, kiprah politiknya tidak berjalan mulus. Ali Khamenei beberapa kali ditangkap oleh aparat keamanan SAVAK dan sempat menjalani masa penahanan serta pengasingan.

Meski demikian, hal tersebut tidak menghentikan aktivitasnya dalam gerakan revolusi. Setelah Revolusi Islam Iran berhasil menggulingkan rezim Shah, Ali Khamenei mulai menempati berbagai posisi penting dalam pemerintahan.

Ia pernah menjabat sebagai presiden Iran sebelum akhirnya diangkat sebagai Pemimpin Tertinggi pada 1989, menggantikan Ruhollah Khomeini.

Selama masa kepemimpinannya, Ali Khamenei dikenal memperkuat sistem pertahanan negara, termasuk struktur militer dan paramiliter.

Pengalamannya dalam menghadapi konflik Iran-Irak pada 1980-an turut membentuk pandangan politiknya, terutama dalam hubungan dengan negara-negara Barat.

Hingga akhir hayatnya, Ali Khamenei tetap menjadi tokoh sentral dalam politik Iran. Pengaruhnya tidak hanya dirasakan dalam kebijakan domestik, tetapi juga dalam arah politik luar negeri Iran di kancah internasional.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dalam pernyataannya di media sosial menyampaikan, Khamenei telah meninggal dunia.

Donald Trump juga menuduh, Khamenei sebagai sosok berpengaruh dalam sejarah konflik global.(luc/jpc)

 

 

Editor : Agus Jaka Purnama
#ali khamenei #pemimpin tertinggi #gugur #meninggal dunia #Teheran #militer as #Israel