Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Apesnya Nasib Sudrajat, Penjual Es Kue Jadul: Dituding Jual Jajanan Berbahaya, Diviralkan, Ternyata Layak Konsumsi

Slamet Harmoko • Senin, 26 Januari 2026 | 19:30 WIB
Potongan video viral penjual es kue jadul yang dipermalukan dan dituding jual jajanan berbahaya. (Instagram/Tangkap layar @delete_.id)
Potongan video viral penjual es kue jadul yang dipermalukan dan dituding jual jajanan berbahaya. (Instagram/Tangkap layar @delete_.id)

Radarsampit.jawapos.com - Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan oknum anggota kepolisian bersama anggota TNI menuding seorang pedagang es kue jadul menggunakan bahan berbahaya yang disebut sebagai bahan pembuat spons.

Bahkan seorang anggota TNI memaksa pedagang yang sudah berumur dan terlihat ketakutan itu untuk memakan es kue jadul jualannya. Pedagang ini belakangan diketahui bernama Sudrajat

Dalam video tersebut, es kue diuji dengan cara dibakar dan diperas hingga memunculkan klaim sepihak dari aparat tanpa kompetensi hingga menyimpulkan bahwa teksturnya menyerupai spons.

Tudingan itu memicu reaksi luas dari warganet yang mempertanyakan kebenarannya, termasuk menyoroti logika biaya bahan spons yang dinilai tidak lebih murah dibanding bahan baku es kue.

Tak hanya itu warganet juga menuntut dua aparat itu untuk membuat video klarifikasi dan permintaan maaf seperti halnya masyarakat umum yang membuat hoaks atau bikin gaduh di media sosial.

Menindaklanjuti viralnya video tersebut, Polres Metro Jakarta Pusat langsung menanggapi kabar viral terkait dugaan penjualan makanan berbahaya berupa es kue atau es gabus, yang disebut terbuat dari bahan Polyurethane Foam atau biasa dikenal sebagai material busa kasur maupun spons cuci.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, menjelaskan, laporan tersebut masuk melalui Call Center 110 pada Sabtu (24/1/2026).

Tim piket Reskrim Polsek Kemayoran yang menerima informasi langsung menuju lokasi di wilayah Utan Panjang, Kemayoran, untuk memastikan kebenaran laporan tersebut.

“Begitu informasi diterima, kami langsung bergerak cepat melakukan pengecekan ke lokasi. Barang dagangan milik pedagang kami amankan untuk diuji lebih lanjut, karena keselamatan masyarakat adalah prioritas,” jelas Roby dalam keterangan yang diterima.

Dari pemeriksaan langsung oleh Tim Keamanan Pangan (Security Food) Dokpol Polda Metro Jaya, seluruh sampel es kue, es gabus, agar-agar, dan coklat meses dipastikan aman dan layak dikonsumsi.

“Tim Dokkes telah melakukan pemeriksaan menyeluruh dan hasilnya jelas; produk tersebut layak dikonsumsi atau tidak mengandung zat berbahaya, jelas Roby.

“Namun untuk menjamin ketenangan publik dan memastikan hasil yang lebih pasti dan ilmiah, kami juga mengirim sampel ke Dinas Kesehatan dan Laboratorium Forensik (Labfor) Polri untuk hasil resmi masih menunggu proses uji," tambahnya.

Tidak hanya berhenti pada pemeriksaan di TKP, tim penyidik dari Krimsus juga melakukan penelusuran ke tempat pembuatan es yang berlokasi di Depok.

Hasilnya tetap konsisten, tidak ada penggunaan bahan berbahaya maupun material spons PU Foam seperti isu yang beredar luas di media sosial.

Kasus ini bermula dari laporan warga yang merasa curiga terhadap es kue yang dijual di kawasan Utan Panjang III RT 10 RW 05, Kelurahan Utan Panjang, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat.

Warga menilai tekstur makanan tersebut tidak lazim sehingga menimbulkan dugaan terbuat dari bahan spon.

Atas kecurigaan itu, ketua RT setempat memanggil Babinsa pada Sabtu, 24 Januari 2026, untuk memeriksa langsung penjual es kue tersebut.

Dalam video berdurasi sekitar dua menit yang kemudian viral, terlihat Babinsa Koramil Kemayoran, Heri Purnomo, menginterogasi penjual. Tak lama kemudian, anggota kepolisian ikut memeriksa jajanan tersebut.

Dalam rekaman tersebut, salah satu petugas bahkan menyebut es kue itu sebagai hasil rekayasa berbahan spon bedak.

Petugas juga memperagakan dengan membakar potongan es kue menggunakan korek api gas serta memerasnya untuk menunjukkan teksturnya.

“Ini kita dapat penjual es kue, ini kue sudah rekayasa, bukan bahan kue lagi atau puding melainkan spon bedak,” ujar petugas dalam video tersebut.

Petugas juga sempat mengimbau para orang tua agar lebih waspada dalam mengawasi jajanan yang dikonsumsi anak-anak.

Namun setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut melalui uji laboratorium, Polsek Kemayoran memastikan tudingan tersebut tidak benar. Es kue yang sempat menuai keresahan itu dinyatakan layak dan aman untuk dikonsumsi. (jpg)

Editor : Slamet Harmoko
#Suderajat #diviralkan #es kue jadul #Dipermalukan #Dituding #sudrajat