Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Pesawat CN 235 Buatan Indonesia Terlibat dalam Penyerangan AS ke Venezuela

Agus Jaka Purnama • Selasa, 6 Januari 2026 | 22:10 WIB
Pesawat jenis CN-235 yang digunakan milier Amerika Serikat
Pesawat jenis CN-235 yang digunakan milier Amerika Serikat

radarsampit.jawapos.com-Pesawat buatan Indonesia dari varian CN-235 dikabarkan dilibatkan oleh Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) dalam operasi militer skala besar di Venezuela, hingga ditangkapnya Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores pada Jumat (3/1/2026) dini hari waktu setempat. Presiden AS Donald Trump dalam operasi militer itu mengerahkan sedikitnya 150 pesawat.

 

Kabar itu diungkapkan dalam cuitan akun X ianellisjones yang kemudian di-repost oleh akun Golden Eagle.

Dalam dokumen operasi bertajuk "Absolute Resolve" itu, pesawat asal Indonesia itu masuk dalam jajaran alutsista pendukung pasukan khusus AS (USAFSOC), bersama jet tempur canggih lainnya. 

Keseluruhan, paket udara dalam operasi Absolute Resolve mencakup pesawat tempur siluman F-22 Raptor dan F-35 Lightning II, pesawat serang F/A-18 Super Hornet, pembom strategis B-1B Lancer, hingga pesawat perang elektronik EA-18G Growler. Jejeran pesawat itu membentuk lapisan perlindungan berjenjang untuk memastikan helikopter pasukan khusus dapat masuk dan keluar Kota Caracas dengan aman.

 

Pesawat pengintai dan komando juga dikerahkan, termasuk E-3 Sentry (AWACS), E-2D Hawkeye, serta RC-135 Rivet Joint, untuk menjaga kesadaran situasional penuh selama operasi berlangsung. Di sisi lain, drone jarak jauh digunakan untuk pemantauan real-time dan dukungan tembakan presisi.

Sementara pesawat CN-235 berada dalam kelompok pesawat pendukung yang memastikan keberlangsungan operasi di tengah intensitas tempur tinggi. Perannya krusial dalam menjaga kelancaran pergerakan pasukan dan koordinasi lintas matra, terutama saat fase penarikan pasukan dari wilayah Venezuela.

Dominasi udara inilah yang menjadi kunci keberhasilan operasi AS di Venezuela. Dengan sistem pertahanan udara lawan dilumpuhkan sejak awal, helikopter pasukan Delta Force dapat mencapai kompleks target, mengamankan Maduro, dan mengevakuasinya tanpa korban jiwa di pihak Amerika Serikat.

CN-235, merupakan pesawat hasil kerja sama PT Dirgantara Indonesia dengan CASA Spanyol. Keberadaan pesawat ini, membuktikan bahwa platform pesawat yang dikembangkan Indonesia itu memiliki standar operasional kelas dunia. Militer AS juga diperkirakan mengoperasikan sekitar 32 unit CN-235 dalam berbagai varian.

CN-235-220 adalah pesawat yang bisa dijadikan angkut militer ringan-menengah. Dengan kemampuan datang cepat dan pergi dengan senyap.

Kapasitas angkutnya mencapai 4.700 kilogram atau sekitar 36 penumpang. Bahkan membawa 49 tentara atau 34 pasukan terjun payung. 

Keunggulan CN-235 ada pada bakatnya mendarat di tempat yang tidak rata. Dengan kemampuan Short Take-Off and Landing, pesawat ini bisa lepas landas dan mendarat di landasan pendek dan tak beraspal. 

Ditenagai dua mesin turboprop General Electric CT7-9C masing-masing 1.750 shaft horsepower, atau 1.870 SHP dengan APR, pesawat ini punya performa hot and high yang efisien, irit bahan bakar, dan sanggup terbang hingga 11 jam tanpa henti. Sehingga cukup untuk satu operasi.

Dari sisi performa, CN-235 punya berat lepas landas maksimum 16.500 kilogram, berat pendaratan maksimum sama, dan berat muatan maksimal 5.200 kilogram. Kecepatan jelajah maksimumnya 237 knot, versi ekonomisnya 169 knot, dengan batas ketinggian 25.000 kaki.

Jangkauan terbangnya 414 nautical mile dengan muatan maksimal, 2.110 nautical mile dengan bahan bakar penuh, dan jarak maksimum 2.293 nautical mile dengan cadangan bahan bakar 45 menit.

Fungsinya pun seluas ambisi geopolitik, transportasi pasukan, menjatuhkan paratroop, patroli maritim, peperangan anti-kapal selam, logistik, evakuasi medis, pengiriman udara, hingga konfigurasi VVIP/VIP.

Tak heran CN-235 diminati banyak negara. Seperti Brunei Darussalam, Malaysia, Pakistan, Uni Emirat Arab, Korea Selatan, Burkina Faso, Senegal, serta negara-negara di Timur Tengah, Amerika Latin, Asia, dan Eropa sudah melirik.

Berdasarkan data misi, pesawat ini beroperasi dalam "Support Package" yang bertugas memberikan perlindungan dan pengawasan bagi pasukan ekstraksi Delta Force.

Kemampuan terbang senyap dan stabil di ketinggian rendah menjadikannya platform ideal untuk misi penyusupan (infiltrasi) maupun evakuasi (eksfiltrasi) yang membutuhkan kerahasiaan tinggi, bersanding dengan drone canggih RQ-170. (int/gs)

 

 

Editor : Agus Jaka Purnama
#Delta Force #operasi militer Amerika Serikat #cn-235 #pesawat tempur #presiden nicolas maduro #venezuela #buatan indonesia #USAF #alutsista #pt dirgantara indonesia