Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Dandim Jember Akhirnya Bersuara Setelah Babinsa Koramil Sumbersari Diduga Tewas di Lokasi Pesta Miras

Slamet Harmoko • Sabtu, 3 Januari 2026 | 07:05 WIB

 

Dandim 0824 Jember Letkol Arm Indra Andriansyah memberikan penjelasan kepada wartawan dalam konferensi pers yang digelar di Markas Kodim 0824 Jember, Jumat (2/1/2026). ANTARA/Zumrotun Solichah.
Dandim 0824 Jember Letkol Arm Indra Andriansyah memberikan penjelasan kepada wartawan dalam konferensi pers yang digelar di Markas Kodim 0824 Jember, Jumat (2/1/2026). ANTARA/Zumrotun Solichah.

JEMBER, radarsampit.jawapos.com – Komandan Kodim (Dandim) 0824 Jember Letnan Kolonel Arm Indra Andriansyah akhirnya memberikan klarifikasi terkait kabar meninggalnya Bintara Pembina Desa (Babinsa) Karangrejo, Sersan Kepala (Serka) Putu Menaka, yang sebelumnya dikaitkan dengan pesta minuman keras.

Dalam konferensi pers di Markas Kodim 0824 Jember, Jumat sore, Indra menegaskan bahwa Serka Putu meninggal dunia bukan akibat konsumsi minuman keras, melainkan karena kondisi medis.

“Serka Putu merupakan anggota Babinsa Karangrejo, Koramil Sumbersari, yang meninggal dunia di Rumah Sakit Baladhika Husada akibat henti jantung atau cardiac arrest dengan diagnosa hipertensi,” kata Indra.

Ia menegaskan, informasi yang menyebutkan Serka Putu meninggal karena minuman keras tidak benar.

Pernyataan tersebut, menurutnya, berdasarkan resume medis resmi dari RS Baladhika Husada yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum dan profesional.

Terkait keberadaan Serka Putu di lokasi pesta minuman keras, Indra menyatakan pihaknya belum dapat memberikan keterangan pasti.

Saat ini, Kodim 0824 Jember masih menunggu hasil penyelidikan lanjutan dan pengumpulan keterangan dari sejumlah saksi.

“Kami masih melakukan pendalaman dan belum bisa menyampaikan keterangan pasti. Fakta yang bisa kami sampaikan saat ini adalah penyebab meninggal dunia berdasarkan resume medis,” ujarnya.

Sementara itu, dokter jaga RS Baladhika Husada Jember, dr Deny Febriwijaya R., menjelaskan bahwa Serka Putu masuk rumah sakit pada Minggu (28/12) pukul 20.48 WIB dengan keluhan sesak napas. Petugas medis langsung memberikan penanganan berupa oksigenasi.

“Hasil pemeriksaan menunjukkan tekanan darah pasien cukup tinggi dan saturasi oksigen menurun. Pasien juga memiliki riwayat sesak napas, batuk, dan hipertensi,” jelas dr Deny.

Kondisi pasien terus memburuk sehingga dipindahkan ke ruang ICU. Meski telah mendapatkan penanganan intensif, kondisi Serka Putu semakin kritis hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada pukul 23.01 WIB.

“Pasien meninggal dunia akibat serangan jantung yang dipicu oleh hipertensi emergency dan gangguan pernapasan,” tambahnya.

Sebelumnya, Kepolisian Resor Jember melaporkan adanya delapan orang korban dalam peristiwa pesta minuman keras yang digelar pada Sabtu (27/12) malam hingga Minggu (28/12) dini hari. Dari jumlah tersebut, enam orang dilaporkan meninggal dunia secara bertahap.

Dua korban meninggal pada Minggu (28/12), yakni seorang perempuan berinisial MR, warga Kecamatan Patrang, serta seorang anggota Babinsa berinisial PT. Pada Senin (29/12), tiga korban lainnya berinisial AM, ST, dan SL juga meninggal dunia. Korban terakhir, MM, menghembuskan napas terakhirnya di RSD dr Soebandi Jember pada Selasa (30/12) malam.

Dengan demikian, total korban meninggal dunia dalam peristiwa pesta minuman keras tersebut mencapai enam orang.

Klarifikasi dari Kodim 0824 Jember ini diharapkan dapat meluruskan informasi yang beredar di masyarakat terkait penyebab meninggalnya Serka Putu Menaka. (*)

 

Editor : Slamet Harmoko
#Babinsa Pesta Miras #Dandim Jember #babinsa #Babinsa tewas setelah pesta miras