Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

4.634 Ton Beras SPHP Mengalir ke Papua, Distribusi Dikawal hingga Pedalaman

Gunawan. • Jumat, 12 Desember 2025 | 16:25 WIB
Ilustrasi beras.
Ilustrasi beras.

JAYAPURA, radarsampit.jawapos.com – Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, pemerintah memperkuat stabilisasi pangan di Papua Raya lewat penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dalam skala besar.

Total 4.634 ton beras SPHP dialokasikan untuk 42 kabupaten/kota di enam provinsi Papua, yakni Papua, Papua Pegunungan, Papua Tengah, Papua Selatan, Papua Barat, dan Papua Barat Daya.

Hal tersebut sebagai upaya menjaga ketersediaan pasokan dan menahan gejolak harga di periode akhir tahun.

Skema penyaluran dilakukan secara terstruktur melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak yang digagas Perum Bulog bersama pemerintah pusat.

Pada tahap awal, Polri turut mengambil peran distribusi 852 ton dari total 2.700 ton yang akan disalurkan bertahap ke seluruh Papua Raya.

Mekanisme distribusi juga disiapkan untuk menjangkau wilayah sulit, termasuk daerah yang hanya dapat diakses menggunakan transportasi udara.

Komitmen menjaga stabilitas pasokan dan harga ditegaskan langsung Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman saat berada di Jayapura, Kamis 11/12/2025.

”Papua harus merasakan kehadiran negara secara langsung. Kita pastikan beras SPHP tersebar merata, kualitas terjaga, harga stabil. Tidak boleh ada gejolak menjelang Natal dan Tahun Baru,” tegas Andi Amran Sulaiman.

Dukungan pengamanan distribusi juga datang dari kepolisian. Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo menekankan, pengawalan dilakukan agar pasokan benar-benar sampai hingga titik-titik layanan, termasuk wilayah pedalaman, sekaligus menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat.

”Menjelang Nataru, kebutuhan masyarakat meningkat. Penyaluran beras SPHP ini adalah langkah cepat pemerintah dan Polri untuk memastikan harga tetap stabil dan masyarakat mendapatkan akses pangan yang terjangkau,” ujar Dedi Prasetyo.

Dari sisi logistik, Bulog memastikan kesiapan armada dan infrastruktur distribusi untuk mempercepat sebaran beras SPHP, terutama ke daerah terpencil.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan, pengiriman dilakukan dengan koordinasi lintas instansi agar penyaluran tidak tersendat.

”Melalui kegiatan GPM serentak ini, Bulog memastikan beras SPHP tersalurkan cepat dan merata ke seluruh Papua Raya, termasuk daerah terpencil. Kami bekerja sama erat dengan Polri, TNI, Bapanas, serta pemerintah daerah,” ujar Ahmad Rizal Ramdhani.

Bulog juga menyiapkan langkah antisipatif jika terjadi kebutuhan darurat, termasuk saat bencana, agar stok tidak menjadi alasan keterlambatan bantuan.

”Tidak ada lagi alasan tidak ada stok. Dengan gudang yang siap dan mekanisme cepat setelah permohonan kepala daerah ke Bapanas, Bulog langsung merespons kebutuhan darurat sehingga masyarakat terdampak bencana mendapatkan bantuan tepat waktu,” jelas Ahmad Rizal Ramdhani.

Di tingkat daerah, Pemerintah Provinsi Papua menyatakan siap mendukung kelancaran pelaksanaan di lapangan.

Gubernur Papua Mathius D Fakhiri menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat dan menekankan pentingnya ketepatan sasaran distribusi.

”Ini sangat membantu masyarakat Papua. Pemerintah provinsi siap mendukung penuh distribusinya agar tepat sasaran,” ujar Mathius D Fakhiri.

Kerja sama antara pemerintah pusat, Bulog, Polri, TNI, Bapanas, serta pemerintah daerah, penyaluran SPHP di Papua Raya diharapkan berlangsung aman, cepat, dan terarah dalam menjaga stabilitas pasokan dari pasar tradisional hingga ritel.

Dengan demikian, masyarakat dapat menyambut Nataru dengan ketersediaan pangan yang lebih terjamin. (*/ign)

Editor : Gunawan.
#SPHP #nataru #beras