JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah terus menempatkan program rumah subsidi sebagai instrumen utama pemenuhan kebutuhan hunian bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Melalui percepatan pembangunan dan penyaluran unit, program ini diharapkan mampu mengurangi backlog perumahan nasional sekaligus memberikan akses tempat tinggal yang aman, sehat, dan terjangkau bagi keluarga berpenghasilan rendah.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait (Ara), menegaskan bahwa pemerintah memfokuskan kebijakan pada ketepatan sasaran penerima manfaat.
Dia menuturkan, percepatan kepemilikan rumah bagi keluarga MBR menjadi salah satu prioritas utama dalam kebijakan perumahan rakyat.
”Kami berupaya agar keluarga berpenghasilan rendah benar-benar mendapatkan peluang untuk memiliki rumah layak dengan skema pembiayaan yang realistis dan sesuai kemampuan mereka,” ujar Ara.
Ara menambahkan, peningkatan kualitas bangunan dan lingkungan tidak dapat dipisahkan dari perluasan program rumah subsidi.
Menurutnya, pengawasan terhadap mutu konstruksi menjadi bagian penting agar rumah yang dihuni tidak hanya terjangkau, tetapi juga aman untuk jangka panjang.
”Penerapan standar teknis untuk rumah subsidi kami perketat supaya warga yang menempati merasa lebih terlindungi, nyaman, dan aman tinggal bersama keluarganya,” tegasnya.
Dari sisi pembiayaan, Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, menjelaskan bahwa akses kredit perumahan bagi MBR didorong melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Skema ini dirancang untuk memberikan cicilan ringan dengan bunga tetap sehingga keluarga yang selama ini mengandalkan rumah kontrakan dapat beralih ke kepemilikan rumah sendiri.
”Melalui FLPP, struktur cicilan untuk rumah subsidi kami desain agar lebih ringan dibanding biaya sewa yang selama ini menjadi beban bagi banyak keluarga MBR,” paparnya.
Heru juga menekankan bahwa BP Tapera terus memperkuat kerja sama dengan perbankan dan pengembang perumahan agar penyaluran unit subsidi berjalan semakin efektif.
Perluasan jaringan mitra diharapkan dapat mempercepat proses pembiayaan hingga akad bagi masyarakat yang memenuhi kriteria MBR.
”Kami memperbanyak kemitraan dan mempercepat proses dari pengajuan hingga akad, supaya masyarakat yang sudah lolos persyaratan tidak perlu menunggu lama untuk bisa menempati rumah idamannya,” katanya.
Melalui berbagai langkah tersebut, program rumah subsidi diharapkan menjadi salah satu pilar pemerataan kesejahteraan dan fondasi bagi stabilitas kehidupan keluarga MBR.
Penyediaan hunian yang layak, terjangkau, dan terukur pembiayaannya menjadi wujud komitmen negara untuk memastikan setiap warga memiliki kesempatan hidup lebih aman dan bermartabat melalui kepemilikan tempat tinggal yang tetap. (*/ign)
Editor : Gunawan.